Ketua DPRD Cilegon Sesalkan Tudingan ke KS yang Tanpa Dasar

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Mi'raj menyayangkan kegaduhan menyusul pernyataan anggota DPR, Muhammad Nasir saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dirut PT KS beberapa waktu...
Isro Mi'raj
Isro Mi'raj

Isro mengajak semua pihak untuk tidak sembarang menuduh sebelum ada bukti-bukti yang menguatkan tuduhan. Terlebih tuduhan itu bisa menggangu stabilitas ekonomi nasional.

“Tentu saja saya sangat menyayangkan hal itu (tuduhan M Nasir, red). Terlebih tuduhan itu disampaikan dalam RDP yang disiarkan langsung. Efeknya tentu saja kegaduhan,” ujarnya.

Baginya, tidak masalah jika ada temuan seperti yang dituduhkan M Nasir itu ditindaklanjuti jika memang benar adanya. Tapi jika belum jelas buktinya sebaiknya tidak diumbar ke publik.

“Kalau memang benar PT KS melabeli baja China seolah produk KS silahkan diproses, tetapi jangan beropini yang akhirnya membuat gaduh khususnya di Cilegon,” kata Isro.

Sebagai perusahaan plat merah yang lokasinya ada di Cilegon, ia khawatir kegaduhan itu berdampak negatif terhadap iklim investasi di Cilegon.

“PT KS ini sedang berusaha untuk bangkit. Jangan dilemahkan dengan tuduhan yang tak berdasar. Tapi jika memang terbukti, saya jelas mendukung untuk diproses,” tegasnya.

Sebelumnya, Dirut PT KS, Silmy Karim melalui rilis yang diterima Redaksi Beritakarya.co.id menegaskan bahwa tudingan M Nasir itu tidak ada.

Ia menegaskan, selama menjabat sebagai Dirut PT KS selama 2, 5 tahun, PT KS tidak pernah melakukan seperti apa yang dituduhkan M Nasir.

“Kami justru mengecam derasnya impor baja dari China masuk ke Indonesia. Kami terus berupaya agar industri baja nasional mendapatkan protek dari pemerintah,” kata Silmy Karim.

PT KS, lanjut Silmy Karim, adalah perusahaan BUMN dimana segala sesuatunya dijalankan harus secara transparan dan mengusung Good Corporate Governance.

“Sangat tidak logis tuduhan itu. Jika ada hal seperti itu saya mendukung untuk pengusutan sampai tuntas,” pungkasnya.

Diketahui, anggota Komisi VII DPR, Muhammad Nasir dalam rapat dengar pendapat yang disiarkan secara langsung melalui TV Parlemen pada Rabu, 24 Maret lalu menyebut bahwa PT KS mengecap baja China dengan stempel KS sehingga seolah-olah produk tersebut original.

Nasir bahkan menyebut penyelundupan itu menyebabkan kerugian negara hingga Rp10 triliun.

Iffan Gondrong

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: