Keterwakilan Perempuan Cilegon di Parlemen Turun

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Keterwakilan perempuan dalam kancah politik di Cilegon masih terbilang minim, dimana hanya ada 4 perempuan dari total 40 anggota yang saat ini duduk di DPRD Cilegon....
Wakil Ketua DPRD Cilegon
Wakil Ketua DPRD Cilegon Nurrotul Uyun Saat Menyampaikan Materi Pada Kegiatan DP3AKB Cilegon

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, pada periode 2014-2019 lalu, keterwakilan perempuan di Legislatif Cilegon tercatat sebanyak 7 orang dari 35 wakil rakyat atau sebanyak 17 persen.

“Pada 2019-2024 ini dari 40 anggota hanya 4, berarti kan hanya 10 persen, ada penurunan,” kata Heni kepada wartawan usai workshop leadership dan keterwakilan perempuan dalam politik di salah satu hotel di Cilegon, Kamis (26/8/2021).

Untuk itu, kata Heni, pihaknya melaksanakan workshop terkait leadership (kepemimpinan) dan keterwakilan perempuan dalam dunia politik untuk memotivasi agar tetap konsisten dan dapat berkontribusi dalam pembangunan Cilegon melalui politik praktis.

Dengan peserta yakni para wanita yang aktif dalam kepengurusan serta anggota partai politik (parpol) yang ada di Cilegon.

“Tujuannya memotivasi dan mendorong agar perempuan tetap konsisten di bidang politik, sekalipun belum bisa berkontribusi di parlemen atau di dewan,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut, diisi dengan materi leadership dan peran perempuan di dalam partai politik, dengan menghadirkan narasumber diantaranya Walikota Cilegon Helldy Agustian, dan Wakil Ketua DPRD Cilegon Nurrotul Uyun, serta mantan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ida Faqih Usman.

Heni menuturkan, dengan pembekalan tentang kepemimpinan serta pengarusutamaan gender itu, diharapkan perempuan tidak takut untuk berkiprah di dunia politik.

“Jadi kegiatan pelatihan ini dalam rangka untuk memotivasi mereka, untuk tetap konsisten di bidang politik dan mendorong mereka untuk berpartisipasi di Pileg (Pemilihan Legislatif) nanti di tahun 2024,” tuturnya.

Selain itu, Heni mengatakan, pihaknya akan rutin melaksanakan kegiatan dan sosialisasi, hal itu agar 30 persen keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dapat terpenuhi.

“Perempuan di Cilegon itu di dorong, supaya yang 30 persen di parlemen itu tercapai targetnya. Karena, perempuan punya hak yang sama dalam pembangunan, sebagai pelaku pembangunan, juga sebagai yang menikmati hasil pembangunan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Cilegon Nurrotul Uyun mengatakan, tidak sulit dalam berkarir di dunia politik, asalkan mendapat dukungan penuh dari keluarga.

Selain itu, lanjut Uyun, salah satu yang terpenting saat terjun ke politik adalah tidak hanya siap menjadi seorang calon legislatif saja, namun harus siap berkompetisi, bertarung dalam kancah pileg, dan siap jadi pemenang.

“Aktifitas secara waktu pasti berbeda, lebih bahkan sangat dinamis, waktunya kapanpun harus siap. Nah itu adaptasi yang tentu harus disiapkan oleh para perempuan,” pungkasnya.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: