Kesempatan Kerja Penyandang Disabilitas Masih Minim di Cilegon

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusian, demikian disebutkan dalam Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945....

Dengan demikian, para penyandang disabilitas memiliki hak yang sama atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Mereka berhak memperoleh pekerjaan sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan atau keterampilannya.

Kesamaan hak untuk memperoleh pekerjaan itu juga tertuang dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, sebagai landasan operasional dalam mewujudkan penyandang disabilitas yang sejahtera dan mandiri.

Namun, penyandang disabilitas di Kota Cilegon masih minim mendapatkan kesempatan bekerja baik di perusahaan milik pemerintah (BUMN dan BUMD), maupun perusahaan swasta.

Hal ini diungkapkan Pembina DPC Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Cilegon, Bayu Panatagama usai sosialisasi Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) yang diselenggarakan DP3AKB Cilegon di Aula Setda II Pemkot Cilegon, Senin (3/8/2020).

Bayu mengatakan, dalam UU Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas itu, pada Pasal 53 Ayat 1 disebutkan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD wajib mempekerjakan paling sedikit 2% (dua persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

Dan pada Ayat 2 disebutkan, Perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1% (satu persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

“Mereka berpendidikan, mereka sekolah, bahkan sudah ada yang sarjana. Sejauh ini belum (banyak kesempatan bekerja untuk penyandang disabilitas, red), industri pernah ada, tetapi karena tidak ada kordinasi dengan kita pengawasannya,” katanya.

Bayu menjelaskan, saat ini sebanyak 7 orang penyandang disabilitas di Kota Cilegon sedang menjalani pendidikan kuliah disalah satu universitas, dan 3 orang sudah lulus S1, sedangkan sekitar 30-40 orang diantaranya merupakan lulusan setingkat SMA.

“Yang menjadi perhatian kita, masih banyak kaum disabilitas yang tersembunyi, yang itu harus kita ambil,” ujarnya.

Dengan kondisi dan kesempatan bekerja itu, Bayu mengatakan pihaknya akan mendorong Pemkot Cilegon, segera membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi hak penyandang disabilitas.

Karena, lanjut Bayu, Perda untuk melindungi hak penyandang disabilitas di Provinsi Banten dan Kota Serang sudah diberlakukan.

“Kami akan mendorong melalui perda disabilitas. Jadi secara ekonomi, pendidikan, sosial, hukum, mereka terlindungi. Lalu bagaimana anak yang sudah masuk usia produktif dia bekerja,” katanya.

“Kesulitan ini harus kita atasi, dibutuhkan satu deskresi dari pemerintah daerah bagaimana mendorong mereka untuk bekerja,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengatakan, Pemkot Cilegon akan mencari solusi agar kesetaraan hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan dapat terpenuhi.

“Kita akan coba, tentunya mungkin dengan kekurangan dan sebagainya, kita harus mengakomodir mereka. Ini perlu disosialisasikan, jangan sampai nanti dia masuk bekerja, kemudian tidak nyaman kan jadi tidak bagus. Kedepan Insya Allah, tetapi kita tidak akan janji dulu. Tapi kita akan coba,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: