Kebangkitan Perempuan di AS Pasca Joe Bidden

BERITAKARYA.CO.ID, INTERNASIONAL - Para analis Amerika memprediksi wajah politik Amerika Serikat akan berubah seiring terpilihnya Joe Bidden sebagai Presiden AS....
Presiden Amerika terpilih
Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Bidden, dan Wakil Presiden terpilih AS, Kamala Harris/Foto Repro AP/Carolyn Kaster/NET

Dia disebut-sebut akan mengangkat beberapa perempuan untuk berada di dalam pemerintahan.

Para analis itu memperkirakan Biden akan menunjuk Senator Elizabeth Warren atau pejabat Bank Sentral sekaligus mantan Wakil Menteri Keuangan, Lael Brainard, untuk mengepalai Kementerian Keuangan, sebuah posisi yang tidak pernah dipimpin oleh seorang perempuan.

Biden juga kemungkinan akan mengangkat seorang perempuan yakni Michele Flournoy, menjadi Menteri Pertahanan. Dia memang berkarir di Pentagon dan dianggap menjadi orang penting ketiga di lembaga itu.

“Pemilu ini menunjukkan kemajuan berkelanjutan bagi perempuan di Amerika,” kata Direktur Pusat Wanita dan Politik Amerika (CAWP) Universitas Rutgers, Kelly Dittmar seperti dilansir AFP seperti diberitakan ulang cnnindonesia.com.

“Ini akan berdampak penting pada politik Amerika. Karena selain membawa diri mereka sendiri ke pemerintahan, mereka membawa pengalaman hidup dan perspektif berbeda yang masih kurang terwakili,” tambahnya.

Menurut CAWP, meski beberapa hasil pilpres belum final, tapi setidaknya diperkirakan ada 140 orang politikus perempuan akan duduk sebagai anggota Kongres pada 3 Januari 2021.

Saat itu, terdapat 127 perempuan di Kongres atau 23,7 persen dari 435 kursi di DPR dan seratus di Senat. Persentase itu akan meningkat menjadi 76 persen di Januari, mereka akan mewakili setengah dari populasi AS.

Politikus perempuan dari Partai Demokrat AS bakal menduduki 105 kursi di Kongres, dengan rincian 89 orang di Dewan Perwakilan dan 16 orang di Senat.

Sementara politikus perempuan dari Partai Republik akan menempati 35 kursi, dengan rincian 27 di DPR dan delapan di Senat, angka ini jauh lebih sedikit daripada Demokrat tapi juga meningkat dari jumlah saat ini dengan 22 kursi.

“Kandidat perempuan dari Partai Republik tampil lebih baik dari yang diharapkan. Mereka masih kurang terwakili secara signifikan, tapi ini seharusnya mengirim pesan tentang keterpilihan mereka, dan semoga meningkatkan pengaruh mereka di dalam partai untuk memastikan lebih banyak perempuan terpilih di masa depan,” terang Dittmar.

Dengan terpilihnya Kamala Harris sebagai wakil presiden perempuan pertama di AS, diperkirakan akan membawa dampak yang cukup besar ketika pemerintahan Biden resmi berjalan pada Januari 2021 mendatang.

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Dunia

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: