Jalan Tol Diduga Jadi Penyebab Banjir di Grogol

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Guyuran hujan dengan curah yang cukup deras semenjak malam hingga pagi, ratusan rumah di enam lingkungan di Kelurahan Kotasari dan Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol terendam banjir....
Walikota bersama jajaran Forkopimda Cilegon saat mengunjungi lokasi banjir di Kecamatan Grogol/Beritakarya.co.id

Lingkungan Cipinang dan Ciore Wetan di Kelurahan Grogol, serta Lingkungan Masigit, Sumurmenjangan, Ciore Waseh dan Ciore Kwista, Kelurahan Kotasari terendam genangan air setinggi pinggang orang dewasa, Senin (27/1/2020).

Warga Lingkungan Ciore Kwista, Kelurahan Kotasari, Bustomi mengatakan, air mulai menggenangi rumah warga sejak pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Banjir terjadi setiap curah hujan tinggi, penyebabnya adalah penyempitan saluran air yang dibuat oleh pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak.

“(Banjir-red) bertahun-tahun, dulu ada yang lebih parah, sampai kita menutup akses jalan tol, supaya ada yang mengantisipasi banjir, karena dari kelurahan maupun dari pihak tol tidak ada sosialisasi maupun tindakan. Tahun sebelumnya lebih parah lagi, tapi tidak ada penggubrisan baik dari kelurahan maupun pihak tol,” kata Bustomi saat ditemui di lokasi banjir.

Bustomi berharap, Pemkot Cilegon dan pihak pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak dapat memberikan solusi dengan membuatkan saluran air yang lebih besar. Karena, sebelum berdirinya jalan tol, ada aliran sungai yang cukup besar untuk mengalirkan air sehingga tidak menimbulkan banjir.

“Keinginan kita, tol ini bikin gorong-gorong yang lebih besar, karena dari atas gunung itu airnya debitnya pasti tinggi, ketika kesini disempitkan jalan tol, airnya akan kemana-mana. Karena memang ada jalan tol, akhirnya tertutup, akses (aliran air) kesana sudah rata jalan kalinya,” harapnya.

Dengan datangnya Walikota Cilegon beserta jajaran Forkopimda dan pejabat Pemkot Cilegon ke lokasi banjir, Bustomi berharap segera ada solusi mengatasi banjir yang selalu menggenangi rumah warga meskipun hanya sekitar dua sampai tiga jam.

“Sayangnya datangnya itu ketika sudah surut, kalau pagi-pagi kesini, airnya sudah sepinggang (orang dewasa),” ujarnya.

Ditempat yang sama, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, permasalahan banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Grogol disebabkan saluran air yang melalui jalan tol sangat kecil, sehingga saat debit hujan tinggi.

“Sejak dulu, itu kan jalan tol yang nutup aliran yang lurus, tapi kan kemudian dibelokkan. Nah ini yang jadi masalah, dan masyarakat itu sudah lama juga mengusulkan supaya itu dibuka, tapi nyatanya engga bisa. Nanti kita ulang lagi kordinasikan kembali dengan jalan tolnya, supaya bisa engga ngebuka saluran yang dari arah jalan bawah tol,” kata Edi.

Selain penanganan dari Pemkot Cilegon, Edi meminta kepada pihak pengelola tol juga memberikan solusi, agar banjir yang menggenangi rumah warga tidak kembali terjadi.

“Karena penyebabnya ini disini. Jadi saya ingin pengelola jalan tol itu bisa memberikan solusi yang tepat gitu, kalau dia punya salurannya kecil yah harus dibesarkan. Pemerintah daerah (Pemkot Cilegon) akan berbuat, minimal apa yang harus kita lakukan secepatnya,” ujarnya.

Sementara, pihak pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak, Astra Infra Toll Road, yang diwakili Divisi PML, Hardono, belum berkomentar banyak terkait dengan solusi yang diminta oleh Pemkot Cilegon dan masyarakat terdampak banjir.

“Nanti beda persepsi penyampaiannya saya disalahkan, saya hanya pelaksana saja. Nanti ditindaklanjuti (saran dan usulan Pemkot Cilegon dan masyarakat-red),” tuturnya.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: