Jalan Sunyi….

Catatan Iffan Gondrong...
Ilustrasi Jamaah
Ilustrasi Jamaah

“Akhirnya kutempuh, Jalan yang sunyi mendendangkan lagu bisu
Sendiri….. di lubuk hati
Puisi yang kusembunyikan dari kata-kata…..”

Dari kejauhan, suara debur ombak susul meyusul terdengar dan nyaris tak pernah berhenti. Sesekali tenang, lalu sesekali kemudian deburannya terdengar menggelegear.

Sesekali surut, sejurus kemudian ombak naik dan airnya menutupi deretan karang kokoh yang berebah di bibir pantai. Sesaat sunyi, lalu deburannya datang kembali.

Embun sisa tadi malam masih menempel di dedaunan yang juga hampir tak berhenti bergoyang, karena dibelai angin yang datang dari laut.

Dedaunan itu bergoyang seirama, seperti sedang bertasbih memuji kebesaran Allah SWT. Ya benar, ranting pohon dan dedaunan itu sejatinya memang tak berhenti bertasbih, bila saja manusia dapat mendengarnya.

Sekumpulan ayam tengah sibuk mematuk makanan. Setelah semalam suntuk mereka berada di kandang, kini saatnya mencari makan untuk memenuhi hajat perutnya.

Ayam-ayam itu begitu bersemangat mematuk satu demi satu makanan, baik yang disediakan oleh pemiliknya maupun yang tersedia di alam.

Pada saat yang sama, ketika matahari masih malu-malu memberikan sinarnya, sekelompok orang tengah berkumpul. Mereka tengah memuji kebesaran Allah SWT, mereka juga terus kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

Dari wajah mereka terpancar cahaya keikhlasan, ke-tawadhu-an, ketenangan, kesejukan hati dan kesederhanaan.

Jubah putih lengkap dengan penutup kepala, seakan menambah cahaya yang terpancar semakin terang.

Ketika kebanyakan orang masih sibuk dengan urusan dunia, dilelahkan oleh urusan dunia yang tak ada batasnya, sekelompok orang-orang salih itu disibukkan dengan memuji kebesaran Allah SAW dan mengamalkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW.

“Allah SWT kuasa, makhluk tak kuasa. Dunia hanya sementara, akhirat selama-lamanya. Harta dan jabatan tidak akan menjamin manusia mendapatkan kebahagiaan hakiki, sebab Allah SWT meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat hanyalah ketika manusia mengamalkan agama Islam secara sempurna,” begitu kata salah seorang dari mereka, sementara yang lain dengan sikap tawajjuh mendengarkan dengan seksama.

Mereka sengaja mengambil jalan sunyi (dari hinggar bingar dunia) untuk mencari dan mendapatkan ridha Allah SWT. Walaupun sebenarnya jalan sunyi itu tidak seperti yang dibayangkan orang.

Potongan puisi Emha Ainun Najib di atas seolah mewakili makna jalan sunyi yang ditempuh sekelompok orang saleh yang terus menyerukan nilai-nilai keimanan dan sunnah-sunnah Nabi Muhammad.

“……Akhirnya kutempuh, Jalan yang sunyi mendendangkan lagu bisu
Sendiri….. di lubuk hati
Puisi yang kusembunyikan dari kata-kata…..”

Bersambung……

Categories
Features

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: