Isbat: Miris Melihat Al-Khairiyah Dijadikan Alat Bisnis dan Politik

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Ketua Dewan Pembina Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC), Isbatullah Alibasja menyayangkan salah satu yayasan pendidikan dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis limbah industri....
Isbatullah Alibasja
Isbatullah Alibasja/Dok beritakarya.co.id

Pria yang biasa disapa Kang Isbat itu secara gamblang menyebutkan yayasan pendidikan dimaksud adalah Al-Khairiyah.

Pernyataan Isbat itu menyusul dugaan adanya konflik dua kelompok yang berebut limbah scrap di PT Krakatau Osaka Steel.

“Sayang sungguh sayang, nama besar Al-Khairiyah digunakan untuk kepentingan tertentu yakni scrap industri,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (16/11/2020) malam.

Isbat menambah, akan potensi dampak sosial atau kondusifitas wilayah yang bisa berujung pada konflik horizonal menjelang perhelatan Pilkada Cilegon yang pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Benturan antar kelompok masyarakat pasti tak terhindarkan. Ada dua kelompok utama di belakang demo ini. Masing-masing kelompok memiliki pasukan tempurnya,” ungkap Isbat.

Ia berharap Al-Khairiyah sebagai wadah pendidikan dan keagamaan bisa segera melakukan evaluasi internal untuk tetap istiqomah dalam perannya dan menjaga marwah lembaga.

“Al-Khairiyah adalah wadah pendidikan ummat, wadah penggemblengan, wadah untuk menciptakan manusia Cilegon yang unggul dengan bekal keimanan yang tak tergoyahkan. Tetapi kenyataan lain,” kata dia.

“Kita tidak mau Al-Khairiyah dijadikan alat politik apalagi alat bisnis oknum tertentu,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, dua kelompok massa akan melakukan aksi demonstrasi di PT Krakatau Osaka Steel. Satu dari kelompok massa adalah badan otonom Al-Khairiyah yakni Brigade Al-Khairiyah.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: