Iman Ariyadi Undercover : Bupati dan Sungai yang Akan Dibangun

Menjadi kepala daerah bukan perkara mudah. Bukan hanya berpatokan pada tingginya dukungan masyarakat, tetapi harus faham dan mengerti tugas yang akan dikerjakan, serta kebutuhan masyarakat yang nantinya harus diwujudkan.

Seorang kepala daerah juga tidak cukup dengan bermodalkan niat membangun sesuatu, tetapi harus ada dasar dari pembangunan yang akan dicanangkan. Sebab, tanpa perencanaan, tanpa pengetahuan, dan tanpa arah, maka cita-cita dan keinginan seorang kepala daerah akan sia-sia bahkan ditertawakan.

Pada bagian ini saya akan bercerita tentang guyonan Tb Iman Ariyadi yang juga Ketua DPD Golkar Cilegon tentang seorang bupati yang punya semangat tinggi, punya niat bagus, dan punya misi membangun daerahnya. Sayang, Sang Bupati tidak memahami karakter daerahnya, tidak faham dengan wilayah yang dipimpinnya itu.

Suatu hari, Bupati Fulan menggelar rapat dengan aparaturnya. Hadir dalam acara itu sekretaris daerah dan seluruh jajaran pejabat eselon II dan III. Pak Bupati ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting rupanya.

Saat semua sudah hadir, dengan gagah Sang Bupati berdiri di depan para pejabat. Bak seorang orator ulung, dia menyampaikan gagasannya dengan berapi-api. Demi kepentingan rakyat, begitu jargon yang dia ucapkan berkali-kali.

“Pak Sekda dan Bapak Kepala Bappeda, saya ingin 2017 nanti semua jembatan dibangun. Saya tidak mau ada jembatan yang rusak di kabupaten ini,” kata Sang Bupati.

Para pejabat, terutama Sekda dan Kepala Bappeda manggut-manggut. Bukan karena faham, tetapi karena semuanya kebingungan. Lantas Sekda angkat bicara, dengan tujuan mengingatkan atasannya itu.

“Pak Bupati, jembatan mana yang akan kita bangun, sebab di daerah kita tidak ada sungai,” kata Sekda mengingatkan.

Sadar akan kesalahannya, Sang Bupati tidak mau kalah. Gengsi dong, begitu mungkin dalam benaknya.

“Kalau begitu, kita bangun sungainya sekalian, setelah itu baru kita bangun jembatan,” kata Sang Bupati tanpa pikir panjang.

Sekda dan Kepala Bappeda makin bingung, tetapi apa mau dikata, Sang Bupati sudah berkata begitu.

Cerita ini disampaikan Tb Iman Ariyadi dalam sebuah kesempatan di Gedung DPD Golkar Cilegon. Saya dan beberapa orang yang mendengar cerita itu tertawa terpingkal-pingkal. Bagaimana jadinya jika sebuah daerah dipipin oleh orang yang tidak faham daerahnya.

Kalau mau ditarik lebih jauh, guyonan Walikota Cilegon Iman Ariyadi itu sebenarnya ingin menyampaikan bahwa menjadi pempimpin/kepala daerah tidak cukup dengan hanya berbicara ini dan itu. Ada banyak hal yang perlu dikaji dan direncanakan dengan seksama.

Proses pembangunan juga tidak serta merta hanya berpedoman pada keinginan semata, tetapi harus didasari banyak hal termasuk anggaran. Contoh membangun semua jembatan yang diceritakan dalam guyonan di atas, selain contoh riil seorang bupati tidak faham wilayah yang dipimpinnya, juga karena tidak mengerti anggaran daerahnya.

Apalah jadinya jika anggaran habis untuk membangun semua jembatan dalam satu tahun, sementara masalah lain seperti pendidikan, kesehatan, dan program pro rakyat lainnya ditinggalkan.

Guyonan ini sekaligus bahasa satir bagi siap saja yang kerap menilai kinerja seorang kepala derah tidak becus, dengan hanya berpatokan pada anggaran. Misalnya sebutlah APBD Cilegon 2017 Rp1,9 triliun.

Angka itu tentu bukan nilai yang sedikit. Tetapi yang dibiayai juga bukan hanya satu. Jadi, harus dibagi-bagi. Tidak mungkin semua anggaran dihabiskan hanya untuk membangun semua jembatan.

Ah, guyonan satir itu ternyata sindiran untuk siapa saja yang hanya bisa berbicara, tetapi tidak faham substansi sebuah pembangunan.

Penulis : Iffan Gondrong

Categories
Features

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: