Gercep, Satreskrim Polres Cilegon Tangkap Pencuri Truk

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon tangkap 6 pelaku kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pertolongan jahat sebuah truk colt diesel hanya dalam waktu 5 hari....

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono saat konferensi pers mengatakan, tidak membutuhkan waktu lama untuk mengungkap dan menangkap para pelaku pencurian truk colt diesel dengan nomor polisi D-8957-WE.

“Tanggal 10 masuk pelaporan (dari korban), lima hari kemudian sudah bisa diungkap,” kata AKBP Sigit, Jumat (23/7/2021).

Pencurian kendaraan truk colt diesel tersebut bermula dari tersangka berinisial AS dan AL alias UJ yang menghubungi korban yang berasal dari Bandung melalui telepon.

Modusnya ia berpura-pura memberi order untuk mengangkut hewan qurban yang ada di Kabupaten Pandeglang. AS dan AL melancarkan aksinya pada 10 Juli 2021 sekitar pukul 02.00 WIB saat sopir tertidur di Pondok Sangiang Anyer.

“Dari sana diarahkan melalui jalan pintu tol Cilegon Timur, karena keadaan sudah malam tersangka mengajak korban untuk bermalam dahulu di penginapan Pondok Sangiang di Anyer.

Saat itulah pelaku mengambil kunci dan surat-surat kendaraan saat korban tertidur,” imbuhnya.

Selain tersangka AS dan AL, polisi juga berhasil menangkap empat tersangka lainnya yang turut serta dalam pertolongan perbuatan jahat yakni MK, SN, RD dan IM.

Tersangka DItangkap di Dua Tempat Berbeda

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arief N Yusuf menjelaskan, kasus tersebut berhasil diungkap setelah pihaknya mendapat informasi kendaraan truk colt diesel tersebut terpasang general positioning system (GPS).

“Kami mendapatkan petunjuk di dalam kendaraan tersebut ada GPS, dari GPS itu kami kembangkan kemudian kami dapatkan satu orang tersangka. Kemudian kami kembangkan lagi, siapa pelaku utamanya,” katanya.

AKP Arief menuturkan 4 tersangka yang berperan dalam pertolongan perbuatan jahat berhasil diamankan di Kabupaten Pandeglang.

Sementara pelaku utama yakni AS dan AL yang terpaksa dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan saat ditangkap di Bandung.

“Empat orang kami amankan di Pandeglang, sedangkan tersangka utama kita amankan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka AS dan AL dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara, sementara 4 pelaku lain yakni MK, SN, RD dan IM dikenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: