Gasak Motor Usai Mancing, Dua Pelaku Masih DPO

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon amankan pelaku dan penadah pencurian kendaraan bermotor (Curanmor)....
Satreskrim Polres Cilegon Saat Rilis Pelaku Curanmor

Pelaku yakni SH (33) merupakan warga Lingkungan Kubangkutu, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, dan SHA (39)  warga Lingkungan Luwungsawo, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil yang merupakan penadah hasil barang curian, keduanya ditangkap polisi dikediamannya masing-masing.

Kasatrekrim Polres Cilegon AKP Arief Nazaruddin Yusup mengatakan, pelaku malakukan aksinya pada Minggu, 6 Juni 2021 sekitar pukul 04.00 WIB di Kampung Ragas Awuran, RT 001/001, Desa Margasari, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang.

Dalam melancarkan aksinya, SH dibantu pelaku lainnya yakni F dan H yang kini masih dalam pecarian pihak kepolisian.

“Para pelaku pencurian ini menyasar sepeda motor yang terparkir di tempat sepi dan tidak dikunci setang. Pelaku membawa motor hasil curian tersebut dengan cara di-step atau didorong menggunakan kaki,” kata AKP Arief melalui siran pers kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

AKP Arief mengungkapkan, ketiga pelaku mencuri kendaraan roda dua yang tengah terparkir di pinggir jalan usai mancing di perairan laut Puloampel.

“Kemudian dari salah satu pelaku mengajak untuk mencari unit sepeda motor roda dua yang akan dicuri,” ungkapnya.

Sementara, kata AKP Arief, polisi masih melakukan pencarian terhadap dua tersangka lain yakni F dan H yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), sedangkan SH dan SHA beserta sejumlah barang bukti telah diamanakan di Mapolres Cilegon.

“Pelaku saat ini menjalani penahanan dalam rangka proses penyidikan, dan barang bukti dalam perkara tersebut telah dilakukan penyitaan berupa satu unit kendaraan sepeda motor merek Yamaha MIO Sporty 113 cc warna putih dengan Nopol A 2528 VI atas nama Rahmat, serta satu buah kunci palsu leter T”, pungkas AKP Arief.

Atas perbuatan tersebut, SH sebagai pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukum paling lama 7 tahun kurungan penjara, sedangkan SHA sebagai penadah barang hasil curian dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman paling lama 4 tahun penjara.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: