Eks Buruh Outsourcing Tagih Komitmen Manajemen PT KS

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Perwakilan dari ribuan buruh outsourcing PT Krakatau Steel (KS) yang beberapa bulan lalu telah dirumahkan, tuntut komitmen perusahaan yang berjanji akan mempekerjakan kembali.

Diketahui, pada bulan Agustus 2019 lalu, sebanyak 2.683 orang buruh sepakat untuk dirumahkan, namun ada lima poin yang disepakati antara sembilan vendor dan FSPBC. Diantaranya adalah mendapatkan sebanyak dua kali pesangon, serta mendapatkan kembali pekerjaan di PT KS ketika keuangan perusahaan stabil dan jika salah satu pabrik yang tutup kembali beroperasi, akan mempekerjakan kembali para buruh.

Pada hearing yang digelar oleh Komisi II antara buruh outsourcing dengan PT KS, buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh PT KS (FSBKS) di gedung DPRD Cilegon, Rabu (14/11/2019), buruh menuntut komitmen PT KS.

“Komitmen KS di awal bakal ada rekrutmen kembali untuk buruh outsourcing yang sebelumnya dirumahkan, kami tagih kembali komitmen itu,” ujar Ketua Harian FSBKS, Ujang Sundari.

Ujang mengungkapkan, pada perjanjian awal KS sudah komitmen akan mempekerjakan kembali, para buruh yang sudah di PHK, mereka menjanjikan apabila pabrik beroperasi kembali tidak akan merekrut karyawan baru, melainkan akan merekrut para outsourcing yang sebelumnya di PHK.

“Selain hal itu, kami juga menuntut komitmen KS atas tiga poin lainya, pertama tentang ketenaga kerjaan, kedua vendor mana saja yang akan dioperasikan kembali, ketiga status para karyawan yang sudah dipekerjakan kembali, tapi kontrakanya belum jelas,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT. KS, Rahmad Hidayat, yang hadir pada dengar pendapat di DPRD Cilegon tersebut mengatakan, dengan kondisi saat ini pihaknya belum dapat menjanjikan berapa banyak dan kapan akan kembali merekrut para buruh outsourcing tersebut.

“Semua kan tergantung kami beroperasinya, apakah lama atau butuh lebih  banyak pekerja tambahan. Kalau sekarang minta kejelasan, kapan, berapa kuotanya, kami belum bisa jawab, semua tergantung langkah-langkahnya nanti,” tutur Rahmad.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Cilegon, Bukhori mengatakan, perlu ada komunikasi antara KS, Vendor dan buruh serta Disnaker, terkait berapa kebutuh tenaga kerja yang akan kembali direkrut, karena mesti secara bertahap.

“Kami juga berharap PT KS terus berkoordinasi, tidak putus komunikasi, agar tidak ada kabar yang simpang siur,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon,  Faturohmi mengatakan, pihaknya akan mengawasi apabila ada perekrutan karyawan yang dilakukan oleh PT KS, Faturohmi berjanji akan utamakan mantan buruh outsourcing PT KS.

“Maka langkah-langkah yang kami lakukan tadi, hearing semua pihak. Tinggal nanti yaitu melakukan komunikasi dengan vendor rencananya akan melakukan rekrutmen kembali. Kita akan memastikan kalau KS melakukan rekrutmen kembali kami butuh kepastian dari KS untuk memprioritaskan eks karyawan KS oleh vendor atau pihak ketiga yang menangani pekerjaan itu,” tandasnya.

Zainal Mutakin

Categories
CilegonIndustri

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: