DPR: Peremuan WNI dengan Pejabat Israel Bukan Sikap Resmi Bangsa Indonesia

BERKARYA.CO.ID – Polemik kehadiran Anggota MUI, Prof Istibsyaroh di Israel terus menuai kecaman. Wakil Rakyat di DPR RI juga angkat bicara terkait hal tersebut. Anggota Komisi I DPR RI,...
Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta/Net

BERKARYA.CO.ID – Polemik kehadiran Anggota MUI, Prof Istibsyaroh di Israel terus menuai kecaman. Wakil Rakyat di DPR RI juga angkat bicara terkait hal tersebut.

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyatakan seharunya mereka yang hadir itu memahami konstitusi Indonesia dan juga sikap MUI serta kondisi kebatinan masyarakat Indonesia.

“(Yang) sebagian besar memang menolak Israel,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/1).

Menurut Sukamta apa yang dilakukan warga Indonesia itu menciderai perasaan dan konstitusi bangsa Indonesia. Apalagi pasca kemenangan Trump di AS, kedudukan Israel bisa lebih kuat karena Trump berjanji akan memindahkan Kedubes Amerika ke Yerusalem sebagaimana ada yang mengklaim ibukota Israel yang seharusnya adalah Yerusalem.

“Jangan sampai atas kejadian ini, (seolah) Indonesia juga terkesan mendukung hal itu. Sepertinya Indonesia perlu menegaskan bahwa kehadiran mereka tidak mewakili sikap resmi Indonesia,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa kehadiran mereka tidak mewakili MUI, dan sungguh tidak patut. Kalau alasannya untuk diplomasi mewujudkan perdamaian di Palestina, jelas tidak tepat.

“Karena kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel,” ujarnya.

Indonesia dalam konstitusinya tegas menolak penjajahan yang secara tegas tidak mengakui entitas negara Israel. Perjuangan diplomatik kita lakukan lewat PBB. Sementara, Resolusi UNESCO 16 Oktober menyalahkan Israel yang telah melakukan pengrusakan terhadap Masjidil Aqsha.

Lalu DK PBB mengeluarkan resolusi 2334 23 Desember 2016 tentang penghentian pemukiman Israel di semua wilayah pendudukan Palestina dan tidak ada satu pun negara yang memveto, Amerika Serikat juga abstain. Kehadiran mereka tadi justeru mensupport Israel dan tidak menghormati putusan PBB tersebut.

Dengan resolusi PBB tersebut, situasi dunia lebih kondusif untuk memperjuangkan Palestina. Itu juga menjadi kesempatan RI menfollow up hasil Kenferensi Luar Biasa OKI 6-7 Maret 2016 lalu di Jakarta.

BACA : Hadiri Perte­muan den­gan Pres­i­den Is­rael, Anggota MUI Dike­cam

Sumber : Republika.co.id

Categories
IndexNasional

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: