Doa untuk Kapten Rohib, Pelaut Banten yang Belum Ditemukan

Catatan Iffan Gondrong
SAHABAT: Kapten Rohib/Facebook.com/NET

28 September 2018 lalu, gempa yang disusul tsunami menghempas Donggala-Palu, Sulawesi Tengah. Ribuan warga menjadi korban. Bukan hanya yang ada di darat, mereka yang sedang berada di laut pun tak luput dari bencana itu. Salah satunya teman saya, Murohib yang biasa dipanggil Kapten Rohib, awak Kapal Ocien Reder 11.

Kapal Ocien Reder 11 milik PT Samudera Tahta kabarnya terbalik beberapa kali saat tsunami menghantam Donggala-Palu. Dan ABK kapal yang sedang berada di kapal terhempas. Sedikitnya 7 ABK terhempas dan 6 ABK ditemukan selamat. Sementara satu ABK yakni Kapten Rohib warga Bojonegara, Kabupaten Serang hingga saat ini belum ditemukan.

Saya sempat terhenyak saat mendengar kabar tersebut dua pekan lalu. Kapten Rohib, pribadi yang ramah dan bersahaja itu adalah sahabat yang sering menemani saya mancing di Teluk Banten. Sungguh, Kapten Rohib adalah seorang pelaut yang handal dan pribadi yang menyenangkan. Dan mendapat kabar musibah yang menimpanya adalah duka yang paling dalam.

Pagi ini, Jumat (9/11/2018) saya kembali mendapat kabar. Yang mengabari adalah sahabat saya Ibu Titin Kholawiyah, aktivis nelayan asal Bojonegara. Di rumah Ibu Titin lah biasanya saya dan Kapten Rohib serta kawan lain berkumpul.

Ibu Titin mengabarkan bahwa dia sedang berada di Palu menemani istri Kapten Rohib, Anita dan orangtua Kapten Rohib, Syarifudin. Mereka tiba di Palu pada Kamis (8/11/2018) difasilitasi pihak perusahaan Kapal Ocien Reder 11 yakni PT Samudera Tahta.

Kedatangan Anita dan Pak Syarifudin ke Palu untuk mengetahui kabar dari Kapten Rohib. Maklum, sampai saat ini Kapten Rohib belum ditemukan, dan pihak keluarga menunggu kabar pasti keberadaan Kapten Rohib. Karenanya, sang istri dan ayah Kapten Rohib masih menanti kabar pasti tentang orang yang sangat dikasihi.

Menurut kabar dari Ibu Titin yang juga berada di tenda pengungsian, kondisi di Palu masih krodit. “Keadaan di sini memang kacau banget. Daratan amblas. Penduduk asli banyak yang berada di pengungsian,” kata Ibu Titin melalui pesan Whatsapp, siang ini.

Lalu bagaimana dengan kabar Kapten Rohib? Pihak PT Samudera Tahta mengaku sudah melakukan pencarian namun hingga kini belum menemukan hasil. Menurut Irwan, pihak perusahaan sudah datang menemui pihak keluarga Kapten Rohib untuk memberikan santunan kematian. Namun, istri korban masih meminta agar Kapten Rohib ditemukan.

“Karena itulah kami (pihak perusahaan, red) memfasilitasi keluarga korban untuk datang ke Palu dan menyaksikan langsung kondisi di sini,” terang Irwan.

Saya kembali menelisik berapa angka santunan kematian yang diberikan pihak perusahaan untuk keluarga korban. Menurut info yang saya terima, pihak perusahaan menyerahkan santunan kematian sebesar Rp50 juta. Santunan itu kemudian ditolak karena pihak keluarga ingin memastikan keberadaan Kapten Rohib.

Saya belum bisa memastikan apakah Kapten Rohib masuk dalam pelayanan BPJS Ketenagakerjaan atau tidak. Jika pihak perusahaan mendaftarkan Kapten Rohib ke BPJS, sejatinya ada santunan lain dari BPJS Ketenagakerjaan.

Namun apapun itu, meski sulit untuk menerima kenyataan, saya tentu tetap berdoa agar Kapten Rohib ditemukan, apapun kondisinya. Itu pulalah yang diharapkan istri dan keluarga Kapten Rohib. Sebab senjata terakhir adalah doa.(*)

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: