Ditpolairud Polda Banten Tangkap Penyelundup Benur Senilai 6 Miliar

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten tangkap penyelundup benih lobster (Benur)....

Dua tersangka penyelundup benur berhasil diamankan Ditpolairud Polda Banten di Muara Binuangeun, Malingping, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak pada Rabu 20 Januari 2021 sekitar pukul 23.00 WIB.

Kedua pelaku yakni M (26) dan CH (20) yang merupakan warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang itu ditangkap saat membawa empat box besar sterofoam yang berisi benur dengan menggunakan sepeda motor.

Dimana dalam box tersebut didapati benur yang berjumlah kurang lebih 24.000 ekor, terdiri dari 18.000 ekor benih lobster jenis pasir dan 6.000 ekor jenis mutiara.

Wakil Direktur (Wadir) Polairud Polda Banten, AKBP Abdul Majid mengatakan, para pelaku ingin menyelundupkan benur tersebut ke wilayah lain, dengan tujuannya ke daerah Jawa Barat dan sekitarnya.

“Para pelaku tindak pidana perikanan ini tidak memiliki perizinan,” katanya saat konferensi pers di Markas Polairud Polda Banten, Kamis (21/1/2021).

AKBP Abdul Majid mengungkapkan, dari jumlah benur yang akan diselundupkan oleh para pelaku tersebut ditaksir mencapai nilai sekitar Rp6 miliar.

“Jadi Polri dalam hal ini Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara, sudah bisa menyelamatkan keuangan negara sekitar 6 miliar,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, nilai ekspor benur tersebut berkisar Rp250 ribu per ekor. Namun untuk di daerah, harganya kemungkinan hanya bernilai puluhan ribu saja.

“Untuk nilai jual keluar (Indonesia) itu memang sangat mahal sekali, makanya begitu banyak peminatnya untuk bisnis terkait bibit lobster,” jelasnya.

Dengan maraknya kejadian penyelundupan benur, AKBP Abdul Majid mengaku pihaknya telah meningkatkan kegiatan pemantauan di wilayah perairan khususnya di wilayah selatan Provinsi Banten.

“Karena produktivitas dari pada lobster ini adanya di wilayah selatan, Pandeglang dan Lebak,” katanya.

Sampai dengan saat ini, lanjut AKBP Abdul Majid, pihaknya masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penyelundupan benur yang melibatkan dua pelaku.

“Pengakuannya baru kali ini, tapi kita lihat pengembangan nanti. Sementara baru dua tersangka, nanti mungkin akan dilakukan pengembangan, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” paparnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 92 juncto Pasal 26 Ayat 1, Undang-undang (UU) RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman pidana 8 tahun penjara dan atau denda Rp1,5 miliar.

Sedangkan untuk benih lobster yang telah diamankan, Ditpolairud berencana
melakukan pelepas liaran barang bukti benur dengan BKIPM di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang.

Zainal Mutakin

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: