Dishub Tetap Pungut Parkir di Ruko PCI, DPRD Surati Walikota

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Pungutan retribusi parkir di Ruko Pondok Cilegon Indah (PCI) Blok KK dan Blok A, Kecamatan Cibeber oleh Dishub Cilegon masih menuai pro-kontra....

Pasalnya, sampai dengan saat ini belum ada kesepakatan antara pemilik ruko dengan Dishub Cilegon terkait pengelolaan parkir, yang akhirnya menimbulkan kegaduhan.

Menyikapi polemik tersebut, Komisi III dan IV DPRD Cilegon menggelar rapat bersama Dishub yang diadakan secara tertutup di Ruang Rapat DPRD Cilegon, Senin (24/8/2020).

Ketua Komisi IV DPRD Cilegon, Erik Airlangga mengatakan, pihaknya melalui Ketua DPRD akan melayangkan surat ke Walikota Cilegon, Edi Ariadi agar menghentikan aktivitas tersebut.

“Kita akan menyurati walikota. DPRD harus berada di tengah, satu sisi mendukung peningkatan PAD, satu sisi menampung keluhan masyarakat,” kata Erik usai rapat.

Komisi III dan IV, kata Erik, meminta walikota untuk memberhentikan sementara pungutan parkir tersebut. Sementara Dishub Cilegon diminta untuk menyelesaikan permasalahan dengan pemilik ruko sampai ada kesepakatan dua belah pihak.

“DPRD sepakat kalau alasannya peningkatan PAD, tetapi kepentingan masyarakat juga harus diakomodir,” ujarnya.

Erik meminta Dishub Cilegon untuk melakukan sosialisasi secara persuasif terkait pungutan parkir kembali di masa pemberhentian sementara.

Selain itu, lanjut Erik, untuk melakukan kembali pungutan parkir, Dishub Cilegon harus memperkuat regulasinya.

“Pemberhentian pungutan batas waktunya tidak ditentukan, sampai terjadi kesepakatan antara Dishub dan Pemilik Ruko. Nanti akan kita panggil lagi Dishub,” tuturnya.

Kepala Dishub Cilegon, Uteng Dedi Apendi mengatakan, kebijakan penerapan parkir berbayar di Ruko PCI itu akan tetap dilakukan.

Dari data yang diperoleh Dishub dalam 10 hari terakhir, tercatat kendaraan yang parkir di tempat tersebut sekitar 750 unit baik roda dua maupun roda empat.

“Berkisar sekitar 500 sampai 1.000 kendaraan per hari. Rata-rata per hari ada 750 unit kendaraan,” ujarnya.

Uteng menambahkan, dari parkir itu, PAD yang diperoleh Pemkot Cilegon sekarang sekitar Rp 500 ribu per hari. Jika dibandingkan dulu yang hanya sekitar Rp 500 per minggu.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: