Dishub: Potensi Parkir Kranggot dari 150 Ribu Bisa Jadi 3 Juta Perhari

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon mulai mensosialisasikan pajak parkir di Pasar Kranggot, Cilegon....
Kadishub Cilegon, Uteng Dedi Apendi/beritakarya.co.id
Kadishub Cilegon, Uteng Dedi Apendi/beritakarya.co.id

Hal itu ditegaskan Kadishub Cilegon, Uteng Dedi Apendi saat dikonfirmasi beritakarya.co.id, Rabu (28/7/2021).

Uteng menegaskan, warga yang masuk ke Pasar Kranggot akan langsung mendapatkan karcis parkir saat masuk akses pasar milik pemerintah daerah tersebut.

Uteng meminta warga yang hanya melintas di Pasar Kranggot tidak perlu risau, sebab pajak parkir yang diberlakukan hanya bagi kendaraan yang terparkir lebih dari 10 menit.

“Kalau masuk memang dapat karcis. Tapi pas keluar kurang 10 menit tidak akan dipungut. Itu masuk katagori warga melintas,” jelas Uteng.

Besaran biaya parkir, lanjutnya sudah termasuk asuransi. Jika ada kehilangan kendaraan, maka pengelola parkir akan mengganti kendaraan yang hilang.

“Dengan catatan mereka punya karcis masuk. Dan yang diganti itu kendaraannya, bukan barang-barang yang ada di kendaraan,” terangnya.

Ia berharap seluruh stakeholder mendukung maksud dari pemberlakukan parkir di lokasi milik pemerintah daerah itu. Sebab yang dilakukan adalah untuk meninggkatkan PAD dari sektor perparkiran.

“Selama ini setoran parkir di Pasar Kranggot hanya Rp150 per hari. Jika sudah dikelola secara profesional, potensinya cukup besar. Bisa Rp3 juta perhari. Ini kan bagus untuk PAD,” imbuhnya.

Selain itu, pemberlakukan pajak parkir juga untuk menghindari kebocoran potensi PAD dari sektor perparkiran.

“Pendek katanya begini, kalau dulu masuk ke kantong pribadi maka sekarang masuk kas daerah. Kan itu lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Ujang (31) warga Gang Sawah Besar, Jombang menyambut baik pemberlakuan karcis parkir di Pasar Kranggot.

“Kalau sebelumnya kan gak dikasih karcis, tiba-tiba diminta uang 2000. Kalau gitu kan gak jelas uangnya kemana, kalau begini kan jelas nih rapi,” kata dia.

Awalnya Ujang kaget saat diberi karcis parkir. Dia mengira itu anggota Ormas. Namun setelah dijelaskan ia mengaku lega.

“Menurut saya sih ini bagus programnya. Jadi lebih tertata aja,” imbuhnya.

Dia berharap setelah penataan parkir, Pasar Kranggot bisa lebih rapih dan lebih aman, apalagi ada asuransinya,” kata dia.

Dia juga menambahkan bahwa petugas parkir mengatakan bahwa kalau sudah megang karcis kalau mau muter ya dipegang aja.

“Jadi enggak sekali masuk nanti keluar terus pas masuk lagi enggak bayar, enak sih,” sambungnya.

Hal senada dikatakan Muhammad Rizki Saputra (19) warga Kampung Tiga. Dia mengaku belum tahu kalau masuk Pasar Kranggot bayar parkir.

Namun dia mengatakan bahwa parkir resmi menurutnya bagus sehingga tidak liar.

“Bagus sih kalau untuk meningkatkan PAD, boleh dicoba juga. Saya sepakat sih,” pungkasnya. (ADV)

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
CilegonIndex

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: