Direktur SDM KS Sebut RIP PCM Tutupi Lahan KS

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Direktur SDM PT KS, Rahmad Hidayat angkat bicara perihal surat penolakan terhadap Rencana Induk Pelabuhan (RIP) PT PCM. Ia menyebut ada alasan krusial mengapa PT KS...

Rahmad mengatakan, ada lahan milik PT Krakatau Steel disamping lahan Warnasari yang akan dibangun pelabuhan oleh PT PCM, RIP PT PCM membangun dermaga (Jetty) menghalangi lahan milik PT KS.

“Di samping (lahan) PCM kan ada lahan KS. Jadi ternyata RIP-nya PCM itu tidak di tempatnya, di lahan mereka, tapi di tempat lahan kami,” ujar Rahmad saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (23/4/2021).

Rahmad mengungkapkan, pihaknya mempersilahkan PT PCM untuk membangun jetty, asalkan tidak menutup lahan milik PT KS.

“Kalau saja RIP-nya itu membangun jettynya di depan lahannya sendiri, kami kan engga keberatan dong. Tetapi kalau misalnya nyinggung atau bahkan di depan lahan kami, tentu kami keberatan, kan nanti kami engga bisa membangun jetty di lahan kami. Jadi mereka membuat RIP jadinya di depan lahan kami,” ungkapnya.

Masih kata Rahmad, terkait dengan surat yang dilayangkan kepada PT PCM hanya sebagai bentuk pemberitahuan saja.

Saat ini, lanjut Rahmad, PT KS tengah mengurus perihal RIP tersebut ke Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Surat yang ke PCM itu kita sifatnya menginfokan saja, urusan RIP kan sama Kementerian Perhubungan. Surat kita ke Kementerian Perhubungan sudah jalan, formatnya kita ke KSOP,” tuturnya.

Sementara, terkait dengan akses jalan Pelabuhan Warnasari, Rahmad mengaku pihak PT KS telah membuat kesepakatan dan memberi persetujuan kepada PT PCM untuk membangun akses tersebut.

“KS ini sudah pernah memberikan akses kepada PCM, akses ini sudah kita sepakati dan sudah disetujui. Dalam perjalanannya, jalan akses ini dirubah seperti yang sekarang,” ucapnya.

Rahmad mengatakan, perubahan desain dari akses jalan pelabuhan yang dibuat PT PCM tersebut akan mengganggu akses pihak-pihak yang menyewa lahan di kawasan industri Krakatau Steel seperti PT Krakatau Posco, PT Cabot, serta pipa Pertamina.

“Kita harus sepakat dengan desainnya dulu, supaya desainnya itu tidak mengganggu para penyewa yang mempunyai kepentingan dengan area akses, kita belum sepakat, itu kan harus dibicarakan. Tadinya jalannya lurus ke arah KOS itu, PCM yang merubah, yang mau jalur sekarang kan PCM bukan kami,” ujarnya.

Dengan adanya hal tersebut, Rahmad mengatakan, pihak PT KS ingin duduk bersama dengan para pihak yang berkepentingan dengan akses jalan Pelabuhan Warnasari.

“Kalau cocok dengan desain, yuk kita tandatangan notulen kesepakatan bersama, jadi ada stakeholdernya disitu. Ada hal teknis yang harus kita sepakati bersama, semangatnya itu engga tiba-tiba berjalan tanpa persetujuan. Tidak ada niat untuk menghalangi, kita cari kesepakatan yang bisa diterima oleh banyak pihak,” tuturnya.

Disinggung terkait klausul akses jalan dalam perjanjian awal antara PT KS dan Pemkot Cilegon saat ruislag lahan Warnasari dan Kubangsari, Rahmad mengatakan pihaknya telah menyetujui hal itu.

Namun demikian, dengan adanya perubahan akses jalan yang saat ini dibangun oleh PT PCM menyebabkan beberapa pihak menjadi terganggu.

“Terkait ruislag, akses itu kan sudah kita siapkan, ada kesepakatannya terhadap akses, kita tanda tangan disitu. Tapi arah jalannya dirubah, tidak sesuai dengan perjanjian, ini kan ide baru PCM,” pungkasnya.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: