Dindik Cilegon Akui Kesulitan Terapkan Mulok Bebasan

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Dinas Pendidikan (Dindik) Cilegon mengaku kesulitan menerapkan kurikulum muatan lokal bahasa dan sastra Jawa Cilegon (bebasan) di satuan pendidikan tahun ini....

Kepala Dindik Cilegon Ismatullah mengatakan, kesulitan penerapan kurikulum mulok bebasan pada tahun ajaran baru 2021-2022 tersebut lantaran belum diperbolehkannya sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

“Karena pembelajaran bahasa itu harusnya tatap muka, sementara saat ini terbentur daring (belajar melalui online) ini kita mengakui ada kendala. Karena belajar bebasan dengan daring ini kurang optimal,” kata Ismatullah melalui sambungan telepon, Rabu (14/7/2021).

Diketahui, kurikulum mulok bebasan telah ditetapkan melalui Peraturan Walikota (Perwal) Cilegon Nomor 48 tahun 2018 tentang Penerapan Kurikulum Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Jawa Cilegon Pada Satuan Pendidikan Dasar.

Meski mengalami kesulitan, Ismatullah menuturkan, penerapan mulok bebasan akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2021 di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cilegon.

“Insya Allah tahun ini kita laksanakan di jenjang SD dan SMP. Buku, silabus, dan kurikulum sudah kita susun dan buku juga sudah diedarkan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Ismatullah juga mengungkapkan, penerapan kurikulum mulok bebasan tersebut pada proses pembelajarannya akan banyak kekurangan.

Namun demikian, Ismatullah mengatakan akan mencari cara agar belajar bebasan itu tetap optimal diterapkan selama masa sekolah melalui online berlangsung.

“Makanya kita menyiasati bagaimana belajar bebasan online tapi rasa offline. Nanti untuk guru-guru juga ada training supaya mereka mengetahui secara utuh kalau belajar bahasa itu butuh waktu yang panjang,” pungkasnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Pendidikan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: