Dilarang Dekati Pulau Buatan, China Ancam Balik Amerika

BERKARYA.CO.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) yang dicalonkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rex Tillerson menyatakan China dilarang mendekati pulau buatan yang dibangun di Laut China Selatan. Pernyataan...
Foto: Reuters/Ritchie B. Tongo

BERKARYA.CO.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) yang dicalonkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rex Tillerson menyatakan China dilarang mendekati pulau buatan yang dibangun di Laut China Selatan.

Pernyataan Tillerson itu langsung dirspon warga China. Seperti dilansir Reuters, setelah menyatakan hal itu, sebuah tabloid berpengaruh yang dikelola oleh negara menyebut bahwa AS harus berperang apabila ingin memblokir akses China ke pulau-pulau di Laut China Selatan

“Memblokir akses China ke pulau-pulau di Laut China Selatan membuat AS harus ‘berperang’,” tulis Global Times, Jumat (13/1/2017).

Dalam sidang konfirmasi atau semacam fit and proper test di hadapan Komisi Hubungan Internasional Senat AS pada Rabu (11/1) lalu waktu setempat, Rex Tillerson mengatakan ingin mengirim ‘sinyal’ ke China bahwa akses mereka ke pulau-pulau di Laut China Selatan yang disengketakan “tidak akan diizinkan”.

“Amerika Serikat akan memiliki “upah perang skala besar” di laut China Selatan untuk mencegah akses China ke pulau-pulau itu,” tulis Global Times.

Editorial itu juga menulis bahwa Rex Tillerson, seorang pemimpin sekaligus mantan kepala eksekutif Exxon Mobil Corp itu menjilat untuk bisa menduduki kursi kabinet AS Presiden Terpilih Donald Trump melalui pernyataannya.

“Hal ini diduga bahwa ia hanya ingin menjilat dari senator dan meningkatkan peluangnya untuk dikonfirmasi dengan sengaja menunjukkan sikap keras terhadap China,” katanya.

Sebelumnya, Rex Tillerson mengatakan pembangunan di pulau harus berhenti. Dia juga melarang China mengakses pulau-pulau itu.

“Kita akan memberikan sinyal jelas kepada China bahwa, pertama, pembangunan pulau harus berhenti dan, kedua, Anda tidak diperbolehkan mengakses pulau-pulau itu,” terang Rex Tillerson seperti dilansir news.com.au dan Reuters, Jumat (13/1).

Sumber : news.com.au dan Reuters

Categories
Index

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: