Diduga Bocor, Petugas Hanya Amankan Ratusan Miras di Cilegon

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Razia minuman keras (miras) yang dilakukan petugas gabungan dari Dinas Satpol PP Cilegon beserta TNI-Polri pada Senin (20/9/2021) kemarin diduga bocor....

Pada razia tersebut, petugas gabungan hanya berhasil mengamankan sebanyak 194 botol minuman keras berbagai merek dari warung jamu yang ada di Kecamatan Cibeber, Cilegon dan Jombang.

Kepala Bidang Penegakkan Perundang-Undangan Dinas Satpol PP Cilegon Sofan Maksudi mengatakan, razia miras yang dilaksanakannya tersebut kemungkinan ada yang membocorkan.

“(Razia miras) pedagang jamu itu, bocor, indikasinya kuat, jam 8 yang biasa masih buka saat kita kegiatan tutup,” kata Sofan saatvdikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (21/9/2021).

Sofan menjelaskan, razia miras tersebut sebagai langkah dalam menyikapi aspirasi dan keresahan masyarakat, serta hasil sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2001 tentang pelanggaran kesusilaan, minuman keraz, perjudian, penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

“Terkait menyikapi perkembangan situasi masyarakat terkait penyakit masyarakat, ketertiban lingkungan, termasuk peredaran miras,” ujarnya.

Sofan juga mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan penegakkan perda dalam mengantisipasi miras di Cilegon.

Kendati telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, Sofan meminta kepada pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk memberikan pembinaan terhadap pedagang.

“Kita sudah lakukan pendekatan peraturan daerah, kita tetap konsisten melakukan kegiatan antisipasi miras ini. Dari Disperindag kita sampaikan, dengan ditemukannya tukang jamu (yang menjual miras) walaupun tidak banyak, ini tugas pembinaan dari mereka,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Koordinasi PPNS dan Pengawasan SDM pada Dinas Satpol PP Cilegon Zuhansyah Harahap menuturkan, razia miras tersebut merupakan kegiatan rutin.

“Razia tadi malam, di Cibeber, Cilegon, dan di Jombang, targetnya warung jamu,” katanya.

Zuhansyah mengaku, 194 botol yang berhasil disita petugas gabungan pada saat razia tersebut hanya diperoleh dari dua kecamatan.

“Ratusan botol itu hanya dari dua kecamatan, Cilegon dan Jombang, sementara beberapa warung jamu yang ada di Cibeber sudah tutup,” pungkasnya.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: