Didatangi Dua Calon Walikota, Ini Penjelasan KPU

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Dua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Iye Iman Rohiman-Awab, dan Ali Mujahidin (Mumu) beserta tim pemenangan, sambangi Kantor KPU Cilegon, Senin (21/9/2020)....

Kedatangan keduanya bertujuan menanyakan hasil pemeriksaan kesehatan bakal calon Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati, yang dinyatakan lolos oleh KPU beberapa waktu lalu.

Ketua KPU Cilegon, Irfan Alfi mengatakan, empat bapaslon pada Pilkada Cilegon yakni, Ratu Ati-Sokhidin, Helldy-Sanuji, Iye-Awab, dan Mumu-Lian Firman, dinyatakan lolos tahapan verifikasi pencalonan dan syarat calon.

Dimana dalam tahapan tersebut termasuk hasil pemeriksaan kesehatan yang diikuti oleh keempat bapaslon pada 4-11 September 2020 yang dilaksanakan di RSUD Cilegon.

“Tadi kita sudah jelaskan, bahwa proses semua bapaslon sudah melakukan Rikes (pemeriksaan kesehatan), dan itu sudah diterima,” kata Irfan ditemui di Kantor KPU Cilegon.

Irfan menuturkan, terkait dengan polemik yang terjadi saat proses tahapan Rikes, sudah diserahkan dan merupakan otoritas tim pemeriksa.

Namun yang pasti, lanjut Irfan, seluruh bapaslon telah mengikuti proses tahapan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan lolos untuk selanjutnya mengikuti tahapan penetapan pasangan calon.

“Itu yang memang akhirnya menjadi dasar bagi kita untuk memutuskan Rikes itu,” katanya.

Irfan menegaskan, proses tahapan pemeriksaan kesehatan itu, telah dilaksanakan sesuai Peraturan KPU (PKPU).

Kendati demikian, dalam prosesnya semua diserahkan kepada tim pemeriksa, sementara KPU hanya menerima hasil yang telah di rekomendasikan oleh tim pemeriksa.

“Karena mau tidak mau KPU dalam posisi memang seperti ini, tidak ada norma yang jelas mengatur terkait dengan penundaan itu. Ini kan kasusnya agak berbeda,” ujarnya.

Di tempat yang sama, calon perseorangan, Mumu mengatakan pihaknya bersama dengan bapaslon lainnya, mempertanyakan terkait hasil positif atau negatif Ratu Ati pada tes swab Covid-19.

Ia mengaku, hanya memberi masukan kepada KPU, karena karena hal itu akan berpengaruh kondusifitas daerah pada pelaksanaan Pilkada.

Meski telah mendapatkan penjelasan terkait hal tersebut, Mumu nampaknya tetap menekan KPU untuk mengevaluasi kembali hasil tersebut.

“KPU harus berani bersikap netral sesuai aturan. Nanti kita sampaikan surat juga ke Bawaslu, ke DKPP. Saya duga KPU jelas-jelas melakukan pelanggaran terhadap aturan, kalau ditetapkan,” ujarnya.

Desakan kepada KPU juga dilontarkan oleh Iye Iman Rohiman. Ia meminta agar KPU bersikap tegas atas keputusannya.

Meski sudah mendapat penjelasan dari KPU, Ia berdalih menuntut keadilan kepada penyelenggara Pilkada terkait hasil pemeriksaan kesehatan tersebut.

Zainal Mutakin

Categories
Politik

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: