Dalam Sepekan Tercatat 10 PDP di Kota Cilegon

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, tercatat 10 warga Cilegon berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19....
Kepala Dinkes Cilegon
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, dr Arriadna/Dok. Foto/Beritakarya.co.id

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini di Kota Cilegon tercatat 10 PDP Covid-19, dimana diantaranya dua pasien dinyatakan sembuh, dua pasien masih dirawat, dan 6 pasien meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon, dr Arriadna mengatakan, dari hasil pemeriksaan swab, seluruh PDP yang meninggal dinyatakan negatif Covid-19.

PDP yang meninggal, kata dr Arriadna, bukan karena Virus Corona, melainkan akibat penyakit bawaan.

“Ini semuanya dateng langsung parah di rumah sakit, engga ketahuan. Semua hampir sebagian penyakit bawaan,” kata dr Arriadna saat ditemui disela aktifitasnya, Senin (13/4/2020).

dr Arriadna menjelaskan, PDP pertama yang meninggal pada 7 April 2020 lalu yakni pasien lanjut usia asal Pulomerak, akibat serangan stroke.

Selang dua hari kemudian pada 9 April 2020, PDP asal Kecamatan Jombang meninggal dengan riwayat penyakit penyerta diabetes melitus.

Lalu pada Jumat 10 April 2020, warga Cibeber dengan status PDP meninggal dunia bukan karena virus corona, melainkan akibat gagal ginjal.

Kemudian pada 12 April 2020, PDP asal Kecamatan Jombang meninggal akibat penyakit stroke dan PDP asal Kecamatan Citangkil meninggal.

Terakhir, pada hari ini, satu lagi PDP asal Kecamatan Citangkil meninggal dan hasil pemeriksaan swab belum diketahui.

“Jadi (pasien datang, red) sudah dalam kondisi yang sulit memang, mau di rumah sakit mana juga berat,” ujar dr Arriadna.

Untuk itu, dr Arriadna secara tegas mengimbau masyarakat untuk bersama-sama tenaga medis menjadi garda terdepan dalam melawan wabah Covid-19.

Masyarakat diminta untuk menjalankan dan mematuhi semua instruksi pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

“Bisa jadi sakit itu awalnya di masyarakat, garda terdepan itu bukan di kesehatan, tapi di masyarakat. Kami ini (tenaga medis) yang menerima resiko masyarakat yang sudah sakit datang sama kita,” ujarnya.

“Bagaimana caranya masyarakat tidak sakit, itu yang penting yang harus ditekankan,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Kesehatan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: