Bersimpuh Memohon Doa

Catatan Iffan Gondrong...
Ratu Ati Marliati Sungkem
DOA IBU: Ratu Ati MArliati sungkem sebelum berangkat ke TPS/beritakarya.co.id

“Ingin ku dekap dan menangis di pangkuanmu, sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu………. Iwan Fals.

Potongan lirik lagu itu tentu sudah sangat akrab di telinga kita. Iwan Fals Sang Legenda Musik Indonesia melukiskan kasih seorang ibu melalui lirik lagunya yang cukup fenomenal.

Memang ada banyak cara yang dilakukan orang untuk menggambarkan kecintaannya pada seorang ibu. Baik melalui lagi, puisi, kisah-kisah drama, hingga dalam kehidupan nyata. Salah satunya apa yang dilakukan calon Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati.

Hujan belumlah reda. Waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB. Matahari yang hanya ngintip di balik awan, tidak sepenuhnya memberikan cahaya karena terhalang kabut hujan yang turun sejak pagi.

Rintik hujan terus menyirami bumi, namun tiba-tiba terlihat iringan kendaraan yang keluar dari rumah Ratu Ati Marliati. Sedikitnya ada 4 kendaraan roda empat yang meluncur perlahan.

Hanya sepeminuman teh, iring-iringan kendaraan itu berbelok ke arah kiri, tepatnya ke kediaman almarhum Tb Aat Syafaat. Dimana ibunda Ratu Ati yakni Hj Sumarliah sudah menunggu.

Dari kendaraan turun Ratu Ati Marliati dan suami Endang Suyatno. Diikuti dua putra-putri mereka yakni dr Maizan Khairunnisa dan Rizki Khairul Ichwan.

Mereka langsung masuk ke kediaman Ibunda Hj Sumarliah. Ratu Ati langsung bersimpuh mencium kaki sang bunda. Ia mengutarakan niatnya menuju TPS 19 di Komplek PGRI Cilegon dan memohon doa dari sang ibu.

Suasana haru mulai merasuk kalbu. Derai air mata pun tak kuasa tuk dibendung. Ratu Ati dengan segala ketulusan cinta terhadap ibundanya memeluk sang bunda. Air mata makin deras turun.

Ada isak yang terdengar. Begitu ritmis dan syahdu ditengah rintik hujan yang belum mau berhenti.

Bagi Ratu Ati, Hj Sumarliah tak bisa dilukiskan dengan apapun jasa dan kasih sayangnya. Bagi Ratu Ati, sang ibu adalah segakanya setelah dzat yang maha pencipta. Bagi Ratu Ati, doa sang bunda adalah segalanya.

Ratu Ati sadar betul bahwa keridhoan Allah SWT adalah atas kerihdoan seorang ibu.

“Beliau adalah permata yang tak akan pernah hilang pesonanya. Beliau adlah mutiara yang terbaik di muka bumi. Doa beliau adalah jembatan emas untuk langkah saya selanjutnya,” kata Ratu Ati.

Begitu besar cintanya kepada sang ibu, sehingga apapun yang akan dilakukannya harus atas doa dan restu ibu.

“Sebagai orang yang beriman, kita semua harus menghormati ibu jauh dari siapapun setelah gusti Allah SWT,” tuturnya.

Kendaraan sudah distarter. Pintunya sudah dibuka tanda Ratu Ati dan keluarga akan segera beranjak. Ya, iring-iringan kendaraan keluarga calon Walikota Cilegon itu begrerak ke TPS 19.

Ratu Ati bersama Endang Suyatno dan kedua anaknya, akan memberikan hak konstitusional mereka sebagai warga negara.*

Categories
Features

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: