Beredar Imbauan Pilkada, Bawaslu: Itu Hoax

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak lepas dari isu dan informasi yang tidak benar (hoax)....

Kemudahan dalam mengakses informasi di era digital ini, seringkali dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan melalui media sosial.

Salah satunya di Pilkada Cilegon yang belakangan ramai selebaran poster berlogo Bawaslu yang beredar melalui grup pesan singkat WhatsApp.

Dalam poster itu diantaranya tertulis ASN, TNI, Polri, Pejabat BUMN/BUMD, Ketua RT, Ketua Lingkungan, Lurah dan Camat, terlibat politik praktis dipidana penjara.

Serta mencantumkan Undang-undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang memuat pidana dan denda bagi yang melanggar.

Selain itu, terdapat himbauan tertulis ‘Ingat ya sobat ASN, Ketua RT, Ketua Lingkungan, Lurah dan Camat tidak boleh terlibat dalam kampanye apalagi memfasilitasi’, yang seolah dibuat oleh Bawaslu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Cilegon, Siswandi dengan tegas mengatakan selebaran yang tersebar luas di medsos itu hoax dan bukan imbauan yang dibuat oleh Bawaslu.

Pasalnya, kata Siswandi, UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, tidak berkaitan dengan Pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

Ia mengatakan, aturan yang digunakan untuk perhelatan Pilkada adalah UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan, Gubernur, Bupati dan Walikota.

“Berkenaan dengan perangkat desa, RT atau Ketua Lingkungan itu tidak termasuk sebagai perangkat desa. Artinya dari situ juga sudah keliru, bukan informasi dari Bawaslu itu, hoax itu,” katanya kepada wartawan melalui telepon genggamnya, Senin (2/11/2020).

Jangan Mudah Percaya

Ketua Bawaslu Cilegon, Siswandi mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di Cilegon agar tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Diharapkan kalau mendapatkan informasi, segera di screening, di filter, paling tidak konfirmasi ke kami (Bawaslu), atau disesuaikan dengan peraturan yang ada, itu sudah cocok belum,” ujarnya.

Masih kata Siswandi, pihaknya saat ini telah melaporkan hal tersebut ke Bawaslu Pusat untuk ditelusuri lebih lanjut.

Siswandi juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menyaring penyebaran informasi yang dapat menyesatkan terutama di Pilkada Cilegon.

“Kami sudah melaporkan, saat ini sedang kami telusuri,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Politik

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: