Belum Digaji 10 Bulan, Karyawan PT AEP Ngadu ke Walikota

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Puluhan karyawan PT Artas Energi Petrogas (AEP), datangi kantor Walikota Cilegon, Senin (29/3/2021)....

Kedatangan mereka ke Pemkot Cilegon, untuk mengadu dan menyampaikan aspirasinya kepada Walikota Cilegon, Helldy Agustian karena belum mendapat gaji dari perusahaan tempatnya bekerja selama 10 bulan.

Salah seorang karyawan PT Artas Energi Petrogas, Chiko Akbar Sobari mengaku, terhitung sejak Juni 2020 hingga Maret 2021, sebanyak 120 karyawan belum menerima hak nya selama 10 bulan.

“Kedatangan ke Walikota Cilegon mau curhat ke Pak Wali, bahwa di Cilegon ada perusahaan yang bandel. Sekitar 120 orang karyawannya tidak digaji selama 10 bulan terakhir,” kata Chiko.

Chiko mengungkapkan, dirinya bersama puluhan karyawan lainnya telah melakukan berbagai upaya agar perusahaan membayar upah mereka yang menunggak selama 10 bulan.

Namun, menurut Chiko, manajemen perusahaan selalu beralasan karena terdampak Covid-19, sehingga sampai dengan saat ini belum ada kepastian jelas kapan perusahaan akan memenuhi kewajibannya terhadap karyawan.

“Selain tidak digaji, THR (Tunjangan Hari Raya) 2020, Premi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan tidak pernah dibayarkan. Status karyawan digantung, dipekerjakan tidak, di PHK juga tidak. Kita minta kejelasan status, jangan digantung kaya begini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Sekertaris SPKEP SPSI Cilegon, Eko mengatakan, pihaknya telah memberikan pendampingan terhadap ratusan karyawan yang belum menerima upahnya selama 10 bulan tersebut.

Namun demikian, Eko menilai perusahaan dalam hal ini PT Artas Energi Petrogas setengah hati dalam menyelesaikan kewajibannya terhadap karyawan dengan alasan perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan akibat Pandemi Covid-19.

“Dengan persoalan ini memang kita melihat PT Artas itu kesannya setengah hati untuk menyelesaikan kasus ini. Informasi yang kita dapatkan, jadi mereka (PT Artas Energi Petrogas-red) kesusahan dalam hal finansial pendanaan operasional perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, Eko juga menyayangkan sikap dan tindakan Disnaker Cilegon yang hanya mengupayakan penyelesaian gaji karyawan. Padahal, lanjut Eko, ada yang lebih penting yakni terkait kejelasan status karyawan di perusahaan tersebut.

“Jadi yang dikeluarkan Disnaker hanya sebatas upahnya saja, tapi kejelasan mengenai status mereka seperti apa itu tidak ada kejelasan,” tuturnya.

Eko mengatakan, dari 120 karyawan yang belum mendapatan upah itu, ada sebagian karyawan yang statusnya sebagai pekerja tetap.

“Mereka itu sebagian sudah permanen di PT Artas,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengaku akan meminta Disnaker Cilegon untuk memanggil manajemen PT Artas Energi Petrogas Cilegon untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kita akan panggil dinas terkait untuk memanggil yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut agar bisa bersama-sama nanti kita diskusikan,” tandasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Industri

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: