Belum Berbadan Hukum, Kelompok Tani Cilegon Terancam Tak Dapat Bantuan

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Kelompok tani yang belum berbadan hukum tak akan mendapatkan bantuan hibah dari Pemkot Cilegon....

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Cilegon Mas Andang Eka Pria mengatakan, hal tersebut berlaku sejak dikeluarkannya Peraturan Walikota (Perwal) Cilegon Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon.

Bantuan hibah berupa alat pendukung pertanian itu, kata Andang, sudah 3 tahun terakhir tidak diberikan kepada kelompok tani di Cilegon karena terkendala peraturan tersebut.

“Kita sudah 3 tahun tidak memberikan bantuan dalam bentuk hibah karena ada Perwal yang menyatakan kelompok yang mendapatkan hibah harus berbadan hukum, sementara kelompok tani tidak ada yang berbadan hukum,” katanya saat dikonfirmasi BeritaKarya.co.id, Kamis (19/8/2021).

Dalam Perwal Cilegon Nomor 10 Tahun 2018, pada Bab IV Pasal 7 huruf D disebutkan bahwa hibah dapat diberikan kepada badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia.

Namun, Andang menjelaskan, sebanyak 122 kelompok tani yang ada di Cilegon, seluruhnya telah mendapatkan bantuan hibah alat pendukung pertanian seperti traktor, hand sprayer dan lain sebagainya sebelum Perwal tersebut diberlakukan.

Dimana setiap tahunnya, paling sedikit 10-20 kelompok tani mendapat bantuan hibah dari Pemkot Cilegon.

Untuk itu, Andang mendorong kelompok tani agar segera membuat badan hukum agar kembali mendapat bantuan hibah dari pemerintah.

“Apakah itu dalam bentuk kelompok, kelompok gabungan atau dalam bentuk koperasi. Kalau mereka mengurus badan hukumnya, kita mengurus usulan anggaran tambahan atau anggaran di 2022 nanti,” ujarnya.

Andang mengungkapkan, saat ini alat pendukung pertanian di hampir seluruh kelompok tani di Cilegon kondisinya sudah kurang memadai dan kurang layak pakai. Padahal menurut dia, potensi hasil pertanian mereka cukup menguntungkan.

“Misal yang kemarin jagung ketan itu hitungan ekonomisnya menguntungkan. Penghasilannya dari satu hektar itu minimalnya mencapai Rp80 juta dengan biaya modal Rp25-30 juta,” ungkapnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: