Bawaslu Butuh Bukti Dugaan Politik Uang

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Ketua Bawaslu Cilegon, Siswandi angkat bicara mengenai adanya dugaan politik uang bagi-bagi amplop di Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon....

Siswandi yang yang dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (8/12/2020) mengatakan, Bawaslu Cilegon sampai dengan saat ini belum menerima laporan dugaan pelanggaran tersebut.

Namun demikian, Siswandi menuturkan jika hal tersebut benar, jelas telah melanggar peraturan yang berlaku.

“Jelas money politik yah harus ditindak, kalau memang betul itu ada, dan mayarakat harus segera melaporkan,” katanya.

Siswandi mengatakan, Bawaslu akan bertindak sesuai dengan bukti-bukti yang ada.

“Kalau kita melakukan penindakan tidak berdasarkan fakta hukum, bagaimana kita mau menegakkan hukum,” ujarnya.

Untuk itu, Siswandi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya pesta demokrasi, sehingga dapat terwujud Pilkada Cilegon yang bersih dari segala bentuk politik uang.

“Segera dilaporkan, atau misalnya bukti dugaan itu ada,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga RT06/RW03, Kelurahan Bendungan yang mengaku bernama Tomi kepada wartawan, Senin (7/12/2020) malam mengatakan, dirinya didatangi oleh dua orang yang diduga tim pemenangan atau relawan salah satu paslon.

Kemudian orang tersebut memberi amplop berisi uang pecahan 50 ribu rupiah sebanyak tiga lembar tersebut, orang itu meminta kepadanya untuk memilih salah satu paslon pada 9 Desember mendatang.

“Setelah ngasih amplop bilang gini, jangan lupa pilih 01 yah, terus saya jawab aja Insya Allah. Saya ga sempat moto orangnya karena HP lagi dicas,” ungkapnya.


Sementara itu, Ahmad Munji, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 di Pilkada Cilegon, sampai berita ini diturunkan, belum merespon saat dihubungi melalui panggilan dan pesan singkat WhatsApp.

Reporter: Zainal Mutakin
Editor: Iffan Gondrong

Categories
Politik

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: