Bawa Hasil Antigen Palsu, Sopir Pick Up Harus Berurusan Dengan Polisi

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Nasib sial harus dialami seorang sopir kendaraan jenis pick up yang mengangkut muatan kursi sofa yang hendak menuju ke Pulau Sumatera....

Mulyadi (48) seorang sopir yang membawa muatan kursi yang berasal dari Subang, Jawa Barat tersebut harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran kedapatan membawa surat keterangan hasil rapid tes antigen yang diduga palsu oleh Satgas yang berjaga di Gerbang Pelabuhan Merak.

Mulyadi mengaku, surat keterangan hasil rapid antigen tersebut didapatnya dari salah satu oknum pengurus kendaraan logistik yang ada disekitar Pelabuhan Merak.

Dimana dirinya diiming-imingi akan di rapid tes antigen saat membeli sebuah tiket kapal dengan nominal sebesar Rp100 ribu.

“Saya gak tau pak. Saya beli tiket di situ (Pengurus Araul, jasa kendaraan logistik) katanya langsung sekalian rapid test antigen, dimintain KTP terus saya kasih dan nunggu. Saya gak tau, dikira saya asli. Harganya 100 ribu,” katanya kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Atas ketidaktahuannya itu, Mulyadi mengaku menyesal telah membeli tiket pada oknum yang mengiming-imingi surat hasil rapid antigen tersebut.

“Saya nyesel sama pengurus itu. Kok bisa ngasih kaya gitu,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, AKP Deden Komarudin menyampaikan, penangkapan yang terjadi di pos penyekatan tersebut bermula dari kecurigaan saat sopir mobil tersebut menunjukan surat hasil rapid test antigen.

Petugas curiga dengan stampel yang terdapat pada surat tersebut yang diduga merupakan hasil scaning. Atas dasar itu, pihaknya langsung membawa sopir mobil tersebut ke kantor KSKP Merak.

“Begitu dapat, dibawa ke kantor dimintai keterangan dan mengakui. Kemudian kita juga lakukan pemanggilan terhadap pengurus (jasa kendaraan logistik Araul) itu ke kantor, namanya Sumade,” paparnya.

AKP Deden mengungkapkan, kasus pemalsuan surat keterangan sebagai salah satu syarat penyeberangan tersebut telah terjadi 2 kali saat dimulai penyekatan arus kendaraan yang hendak melintas dari Pelabuhan Merak menuju Pulau Sumatera pada pukul 03.00 WIB.

“Kejadian sekitar jam 3, tadi malam udah 2 kasus surat antigen palsu. Kita proses juga, semuanya mobil pick up,” ungkapnya.

Masih kata AKP Deden, pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut ke Satreskrim Polres Cilegon untuk dilakukan proses penyelidikan.

“Karena kita gak punya kewenangan kita serahkan ke Satreskrim Polres Cilegon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, AKP Deden mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan keabsahan persyaratan perjalanan yang telah diberlakukan pemerintah selama masa PPKM.

“Jangan main-main. Karena Surat Edaran sudah ada dari Kemendagri, Surat Edaran dari Satgas Covid-19 Nasional juga sudah ada,” pungkasnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: