Bangkai Kapal IK Merdeka Jadi Rebutan, Kuasa Hukum Tegaskan Sudah Selesai

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON – Kuasa Hukum Kapten Irwan, Dedi Sembowo angkat bicara terkait keberlangsungan Kapal IK Merdeka....

Kapal yang saat ini bangkainya berada diperairan Pulo Ampel, Kabupaten Serang itu menjadi rebutan sejumlah pihak.

Dimana sebelumnya, status kapal yang semula milik Jas Marine (L) Ltd, Malaysia itu sempat menjadi barang bukti atas kasus dugaan pelanggaran pelayaran dan pemotongan kapal hingga berakhir inkrah di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Kuasa hukum Kapten Irwan, Dedi Sembowo menjelaskan, kliennya yang merupakan nahkoda kapal tersebut menjadi salah satu pihak yang didakwa dalam perkara yang akhirnya memutuskan Kapten Irwan tidak terbukti terlibat dan dinyatakan bebas.

Namun demikian, Dedi menyayangkan karena belakangan adanya pihak-pihak yang ingin menahan kapal tersebut dengan alasan masih menjadi barang bukti terdakwa lainnya yakni Jonathan Chandra dan Togu Hamonangan.

“Pada kesempatan ini kami menegaskan bahwa untuk Kapal IK Merdeka saat ini sudah kembali pada pemilik yang sah berdasarkan putusan dari saudara Jonathan Chandra alias Abenk pada tingkat pertama,” kata Dedi Sembowo kepada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Dedi mengatakan, hal itu berdasarkan putusan perkara Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Nomor: 1426/Pid.Sus/2019/PN.Jkt.Utr, yang menyebutkan Kapal IK Merdeka secara sah telah dikembalikan kepada pemilik yang sah.

“Adapun mengenai banding saudara Jonathan Chandra dipengadilan tinggi DKI itu tidak menyentuh terhadap pengembalian barang bukti, tetapi hanya terhadap penghukuman dimana sebelumnya Jaksa Penuntut Umum meminta kepada hakim dalam perkara 1426 untuk dikembalikan pada pemilik yang sah,” ujarnya.

Adapun, lanjut Dedi, mengenai perkara Kapten Irwan ditingkat pertama, kliennya tersebut telah dilepaskan dari segala tuntutan hukum. Dimana berikutnya, kasasi yang diajukan oleh jaksa umum ditolak oleh persidangan pada tingkat kasasi.

Dedi juga melakukan banding atas hukuman Jonathan Chandra yang di vonis 2 tahun penjara.

“Kami banding hanya terbatas terhadap penghukuman tidak terhadap pada pengembalian barang bukti, tidak ada satu pun banding yang menyentuh terhadap pengembalian barang bukti,” ucapnya.

Dedi berharap, dengan putusan yang telah ditetapkan oleh pengadilan tersebut, dapat dipahami oleh semua pihak.

“Pada intinya saya akan menerangkan bahwa putusan perkara Kapten Irwan telah inkrah, telah selesai. Harapan saya masing-masing pihak kita mengerti. Kita pahami bahwa hukum ini semuanya penuh pemahaman, jadi kalau sekarang belum ada BA-20 (berita acara pengembalian barang bukti) itu sifatnya administratif, karena penguasaan barang bukti penyidik telah memberikan kepada pemilik. Artinya pemilik boleh melakukan apapun terhadap kapal itu, karena delisiennya telah ada,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Banten

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: