Bandel, Satpol PP Kembali Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Pagebangan

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Petugas Dinas Satpol PP Cilegon kembali bongkar lapak pedagang yang berjualan di trotoar di Jalan Pagebangan....

Meski pernah ditertibkan oleh Petugas Dinas Satpol PP Cilegon, pedagang yang berjualan tak jauh dari pintu perlintasan kereta api di Jalan D.I Panjaitan, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang itu, kembali membuka lapak jualannya di trotoar.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakkan Perda pada Dinas Satpol PP Cilegon Sofan Maksudi mengatakan, selain menggunakan trotoar sebagai fasilitas dan hak pejalan kaki, pedagang yang didominasi oleh penjual ikan dan buah tersebut juga kerap menimbulkan kemacetan di perlintasan rel kereta api itu.

“Menggunakan fasilitas umum seperti trotoar, bahu jalan dan sebagainya, itu kan dilarang, PKL (pedagang kaki lima) kan sekarng sudah ditata, udah dibina,” kata Sofan melalui sambungan telepon, Senin (28/6/2021).

Sofan menuturkan, keberadaan pedagang di lokasi tersebut telah mengganggu ketertiban dan keindahan sebagaimana yanh telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2003 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan di wilayah Kota Cilegon.

“Yang jelas, jalan itu jadi kumuh, terus juga ada kerusakan jalan yang baru di aspal kemarin itu digenangi air sama sisik ikan. Sudah diperbaiki kami tongkrongi sampai jam 11 malam, itu hal yang harus kita pelihara bersama. Jalan macet kadang disitu, parkir seenaknya dipinggir jalan,” ujarnya.

Namun demikian, Sofan mengaku pihaknya saat ini hanya membongkar, memberikan teguran dan mendata, belum memberikan sanksi secara tegas kepada pedagang yang membandel kembali berjualan di Jalan Pagebangan tersebut.

“Jadi sebenernya, kita dalam upaya-upaya ini kita pengen untuk dilakukan tindakan preventif. Kedepan kalau masih bandel seperti apa sanksinya. Untuk itu kita minta bantuan terkait dengan koordinasi dengan pihak terkait lainnya, supaya penyadaran-penyadaran hukum atau pidana pelanggaran peraturan daerahnya itu dipahami sama masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sofan mengatakan, langkah pengendalian seharusnya dapat dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.

Salah satunya, kata Sofan, dengan membentuk tim terpadu dalam penataan dan pembinaan kepada para pedagang secara berkesinambungan.

“Harus ada komunikasi, koordinasi, terus dibentuklah tim terpadu, dinas ini jangan terpisah. Ini kita sudah tertibkan tahun kemarin, lalu upaya-upaya penyadaran hukumnya bagaimana?. Yang penting nanti ini dinas terkait gregetnya seperti apa, dia kan memiliki rencana kerja yang jelas, jangan malas seolah-olah sudah ditindak ya sudah,” tuturnya.

Sofan menegaskan, Dinas Satpol PP Cilegon siap dalam melaksanakan dan menjalankan tugas penindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun hal tersebut, lanjut dia, harus disinergikan dengan OPD terkait salah satunya Disperindag Cilegon dalam pembinaan terhadap para pedagang.

“Bagaimana penegakan Perda ini tanggungjawab kita. Kita memiliki komitmen dan konsisten. Tinggal ketegasan dari Disperindag ini, orang-orang yang kompeten di dalamnya ini mampu, bisa menganalisa permasalahan-permasalahan itu engga?,” ujarnya.

“Kita sih engga masalah, yang penting itu bikin tim terpadu untuk saling menjaga tugas-tugas secara kewenangan dan bertanggungjawab. Insya Allah bisa berjalan dengan baik, sistem kinerjanya teratur, tata kelolanya seperti apa, nanti ada semua disana,” pungkas Sofan.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: