Astagfirullah, Banten Selatan Berduka Lagi

BERITAKARYA.CO.ID, LEBAK – Sejumlah daerah di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Banten, Kamis (9/2/2017) tadi dilanda banjir. Ribuan rumah pun digenangi air cukup tinggi.

Sedikitnya 468 desa di 14 kecamatan di Lebak terendam banjir. Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi di bagian selatan Kabupaten Lebak itu terjadi mulai pukul 04.00 WIB.

Hingga Jumat dinihari tadi, sedikitnya 1.694 rumah/KK terendam banjir, puluhan masjid dan musala, puskesmas, serta fasos/fasum lainnya juga terendam banjir.

Jalan desa dan jalan raya juga putus akibat genangan air. Warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga maupun keluarga yang permukimannya tidak terkena banjir. Sebagian warga lainnya mengungsi ke tenda-tenda yang dibangun warga.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Lebak, kecamatan yang wilayahnya terendam banjir adalah Bayah, Malingping, Cijaku, Cigemblong, Gunungkencana, Cirinten, Wanasalam, Cimarga, Sobang, Lebakgedong, Cihara, Banjarsari, Kalanganyar.

Kecamatan Leuwidamar dan Banjarsari merupakan dua wilayah yang paling parah. Empat desa di Kecamatan Leuwidamar yang paling parah dan merata terkena banjir adalah Lebak Parahiang, Leuwidamar, Nayagati, Sangkanwangi, dan Wantisari. Ketinggian air mencapai 1-2 meter.

Sedangkan di Kecamatan Banjarsari, desa yg terendam adalah Kerta Rahayu, Bojong Juruh, Umbul Jaya, Leuwiipuh, Tamansari, Cilegong Ilir, Lebak Keusik, dan Laban Jaya.

Banjir di Kecamatan Leuwidamar akibat luapan air dari Sungai Cisimeut. Sedangkan Banjarsari terendam akibat luapan Sungai Ciliman yang alirannya juga melintasi wilayah Kabupaten Pandeglang.  Akibat banjir, aktivitas sosial warga lumpuh.

Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Lebak, Kaprawi mengatakan, banjir yang terjadi di Kabupaten Lebak di awal tahun ini termasuk paling besar, karena dari 28 kecamatan yang ada 14 di antaranya terkena bencana banjir.

Selain Sungai Cisimeut, Sungai Cimadur dan Cibinuangeun yang terdapat di wilayah Lebak selatan juga meluap dan merendam ratusan rumah dan fasos/fasum, ribuan hektare lahan pertanian, serta melumpuhkan aktivitas warga.

“Seluruh sungai meluap. Kejadian ini sangat jarang. BPBD telah melakukan reaksi cepat dengan mengerahkan semua staf dan komponen pendukung yang menjadi mitra penanggulangan kedaruratan bencana seperti Tagana, KSB, dan PMI untuk melakukan langkah-langkah evakuasi, menyalurkan bantuan, membuat tenda darurat, posko kesehatan, serta dapur umum. TNI dan Polri juga memperkuat tim di lapangan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Lebak, Kaprawi.

BPBD, lanjutnya, telah mendirikan 49 titik posko bencana di 14 kecamatan. Sementara itu, luapan Sungai Ciliman di wilayah Kabupaten Pandeglang merendam ratusan KK di 10 desa yg berada di Kecamatan Munjul, Angsana, Sobang, dan Panimbang.

Ketinggian air dilaporkan cendeurung meningkat. Belum ada laporan korban jiwa. Demikian. Bangsit akan dilaporkan pada kesempatan pertama.

Reporter: Wichu

Editor : Iffan Gondrong

Categories
Lebak

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: