Apakah Nurani Telah Pergi?

Catatan Iffan Gondrong
Ilustrasi/NET

Rabu (17/10/2018) kemarin publik dikejutkan oleh aksi heroik seorang siswi SMKN3 Cilegon bernama Aida. Dengan sangat berani, gadis imut itu mengejar sendiri pelaku penjambretan yang meampas HP miliknya. Tentu saja itu aksi spontan yang tiba-tiba saja membuatnya berani melakukan itu. Maklum, barang kesayangan Aida yang dijambret.

Tapi yang paling membuat saya terkejut adalah pengakuan Aida. Saat dijambret pelaku yang ternyata Tenaga Harian Lepas (THL) di Kecamatan Citangkil (berdasarkan keterangan Kapolsek Ciwandan, Kompol Idrus Madaris, red), Aida mengaku berteriak minta tolong, namun tak satupun yang menurutnya mau menolong, sehingga timbul keberanian untuk mengejar sendiri penjambret sialan itu dengan motor yang ia kendarai.

“Saya teriak-teriak jambret-jambret, dan minta tolong, tapi gak ada yang nolongin, gak ada yang peduli. Karena enggak ada yang bantu, akhirnya saya kejar pelaku dan langsung menabrak motor pelaku perampas HP saya,” aku Aida.

Pengakuan polos siswi SMKN 3 yang menurut saya layak disebut Wonder Women yang diperankan Gal Godot di dunia nyata ini, kemudian melahirkan serentetan pertanyaan dalam benak saya. Apakah separah itu penduduk Kota Cilegon, tidak peduli dan membiarkan gadis cantik itu meratapi HP-nya yang dijambret dan mengejar sendiri si pelaku karena tidak ada yang mau membantu meski sudah berteriak-teriak?

Jika memang pengakuan Aida benar, maka pertanyaan saya selanjutnya adalah; Apakah nurani sudah pergi?, apakah kepedulian terhadap sesama sudah sirna?, apakah kepekaan sosial telah angkat kaki dari hati penduduk negeri ini? Atau mungkin teriakan Aida kurang keras sehingga tidak terdengar? Ah sudahlah.

Pertanyaan itu tenta saja hanya bisa dijawab oleh orang-orang yang ada di lokasi saat kejadian, dan mereka yang mendengar teriakan Aida yang lirih. Dan jika benar apa yang Aida ungkapkan (“Saya teriak-teriak jambret-jambret, dan minta tolong, tapi gak ada yang nolongin, gak ada yang peduli) maka tentunya perlu dibangun kembali rasa kepedulian terhadap sesama,kepekaan sosial, dan tentu saja rasa saling menyayangi antar sesama.

Tetapi saya berharap, ungkapan Aida itu hanya keluar dari rasa kesal dan syok saja karena sudah melakukan apa yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.  Mengejar penjambret sendiri dan menghempaskan pelaku hingga tersungkur.

Wallahualam.

Categories
Features

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: