Anggota DPRD Cilegon Tak Setujui Wacana Pembelian Alat Strerilisasi Udara

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Pemkot Cilegon melalui Dinas Pendidikan (Dindik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) mewacanakan untuk membeli alat sterilisasi atau penyaring udara....

Wacana tersebut seiring dengan akan diberlakukannya sekolah tatap muka pada bulan Juli mendatang.

Dimana diketahui, pada Kamis (18/3/2021) kemarin, Dindik dan Dinkes Cilegon mengadakan audiensi dengan pihak swasta penyuplai alat sterilisasi udara tersebut di ruang rapat Walikota Cilegon.

Namun demikian, nampaknya wacana sekolah tatap muka yang akan diberlakukan pada bulan Juli mendatang di tengah pandemi Covid-19 ini akan dijadikan ladang bisnis oleh sejumlah pihak.

Di Kota Cilegon sendiri, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon akan menyarankan kepada seluruh sekolah untuk membeli alat sterilisasi udara yang diklaim bisa mengurangi pengaruh Covid-19.

Alat sterilisasi udara yang disarankan oleh Dindik Kota Cilegon itu dibandrol paling murah Rp25 juta untuk satu unit.

Wacana tersebut, mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Cilegon, Rahmatulloh. Ketua DPC Partai Demokrat Cilegon itu menjelaskan, arahan untuk membeli alat seterilisasi udara seharga Rp25 juta per unit itu bisa membebani orang tua siswa atau wali murid.

Pasalnya, Rahmatulloh meyakini baik sekolah negeri maupun swasta tidak memiliki anggaran sebesar itu demi pengadaan alat-alat tersebut.

“Apalagi dimasa pandemi Covid-19 banyak orang tua yang sedang kesulitan ekonomi, mohon ini juga menjadi perhatian pemerintah untuk dipertimbangkan kembali rencana tersebut,” ujarnya.

Menurut Rahmatulloh, Pemkot Cilegon seharusnya dapat memberikan solusi yang bijak ketika akan membuka sekolah tatap muka dengan solusi cerdas dan efisien.

Ia menuturkan, pemerintah seharusnya tidak menyarankan untuk membeli alat yang akan banyak menyedot anggaran, bahkan tidak menutup kemungkinan membebani wali murid.

“Tidak harus membeli alat tersebut, tetapi dengan mengatur jam sekolah cukup tiga hingga empat jam. Murid perkelas dibagi dua gelombang pagi dan siang supaya jumlah murid dalam satu kelas hanya setengah dari kapasitas kelas,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Anggota DPRD Kota Cilegon dari Partai Gerindra, Faturohmi dalam menanggapi wacana pembelian alat tersebut.

Faturohmi mengatakan, kalau pun pemerintah tidak membebankan pembelian alat itu kepada wali murid, perlu ada kajian dalam penggunaan sumber anggaran.

Ia tidak yakin anggaran pemerintah akan cukup untuk membeli alat sterilisasi udara itu, sedangkan di sisi lain masih banyak masalah pendidikan yang lebih subtansial dan memerlukan perhatian anggaran dari pemerintah.

“Jika akan menggunakan anggaran pemerintah, apakah memungkinkan?
Kami minta pemerintah berkomitmen dalam rangka menyelenggarakan pendidikan tanpa harus membebani siswa, karena beban siswa saat ini pun sudah cukup berat,” ujarnya.

Rahmatulloh dan Faturohmi, mendukung rencana sekolah tatap muka yang akan diberlakukan pada bulan Juli mendatang, karena dengan kebijakan itu sistem belajar mengajar akan kembali efektif.

Namun demikian, keduanya sangat menyayangkan jika rencana baik itu ditunggangi kepentingan bisnis oknum atau kelompok tertentu.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: