Andika Minta FKPT Banten Antisipasi Penyebaran Radikalisme di Sosmed

BERITAKARYA.CO.ID, SERANG - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten mewasadai penyebaran paham radikalisme di sosial media (Sosmed)....
Wagub Banten
Wagub Banten Andika Hazrumy saat memberikan sambutan di Raker FKPT Banten

Hal itu disampaikan Wagub Andika dalam sambutannya saat membuka rapat kerja (Raker) FKPT Banten di Hotel Ratu, Kota Serang, Selasa (25/5/2021).

Di era digital saat ini, Andika berharap FKPT Banten sebagai mitra Pemprov Banten agar menggunakan pendekatan berbasis teknologi informasi dalam mengantisipasi dan mendeteksi sebagai langkah infiltrasi gerakan radikal dan terorisme yang disebarkan melalui sosmed.

“Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mencari, memilah, dan mengaplikasikan sumber informasi di media sosial yang merupakan suatu kebutuhan mendasar di era digital saat ini,” kata Andika.

Wagub Andika menuturkan mewaspadai penyebaran terorisme dan radikalisme di sosmed sangat beralasan. Hal itu mengingat potensi pengguna internet dari tahun ke tahun yang terus meningkat.

Dimana, kata Andika, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada November 2020, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 196,7 juta pengguna atau 73,7 persen dari total penduduk Indonesia.

Sedangkan di Banten, data APJII menunjukkan pengguna internet telah mencapai 64 persen dari total penduduk atau sekurangnya mencapai 7 juta pengguna internet.

“Untuk itu diperlukan program literasi digital daerah untuk membentuk pengetahuan dan pemahaman
masyarakat untuk menjadi lebih kritis terhadap informasi yang terdapat di media sosial,” tutur Politisi Partai Golkar itu.

Andika menambahkan, masyarakat yang melek informasi di media sosial akan menjadi lebih kritis ketika mendapati informasi negatif, terkait dengan infiltrasi radikal dan juga hoax.

Untuk itu, Andika meminta FKPT Banten dapat bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, baik di Pemprov Banten maupun di kabupaten/kota guna melakukan pelatihan dan edukasi publik untuk menjadikan literasi digital sebagai salah satu media dalam pencegahan paham radikal dan terorisme.

Hal senada disampaikan Ketua FKPT Banten Amas Tadjuddin. Ia mengatakan, kaum milenial melalui media sosial menjadi sasaran utama radikalisasi karena mereka sangat sensitif terhadap nilai keagamaan.

“Hal itu disebabkan wawasan pengetahuan dan penghayatan terhadap nilai-nilai hidup masih dalam fase pertumbuhan menuju pematangan, sehingga rentan untuk digiring dalam konteks memperjuangkan sistem pemerintahan yang berdasarkan agama,” tandasnya. (*)

Uploader: Zainal Mutakin

Categories
Banten

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: