Aktivis Lingkungan Tuntut Pemkot Cilegon Serius Tangani Masalah Sampah

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Penyelamat Lingkungan Hidup (APLH) tuntut Pemkot Cilegon serius menangani permasalahan sampah....

Salah satunya yakni terkait sampah yang dibuang ke bekas galian C di belakang SPBU Jalan Lingkar Selatan di Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, yang dilakukan oleh oknum pengusaha jasa angkut sampah.

APLH yang terdiri dari NGO Rumah Hijau, GMNI, Organic, serta Mapala Krakatau meminta Pemkot Cilegon untuk segera menangani sampah di lokasi tersebut.

Sebagai bentuk kritik dan protes terhadap keseriusan Pemkot dalam menangani permasalahan sampah itu, APLH menggelar aksi dengan berkemah dan memungut sampah ditepian danau bekas galian C tersebut.

Sekretaris Koordinator APLH, Syaihul Ihsan mengatakan, sebelum menggelar aksi kemah, pihaknya telah menyurati Walikota pada 10 Juni 2021 lalu.

Hal itu dilakukan, karena belum ada tindakan nyata dari Pemkot Cilegon untuk menangani tumpukan sampah di bekas galian C tersebut hingga saat ini.

“Infonya sudah dibaca suratnya, namun karena tidak ada respon kemudian konsolidasi organisasi terjadilah aksi yang direncanakan, menginap selama seminggu sampai Walikota menandatangani tuntutan kami,” katanya kepada BeritaKarya.co.id, Rabu (16/6/2021).

Selain itu, lanjut Ihsan, aksi tersebut sebagai peringatan kepada stakeholder untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Walikota (Perwal) tentang persoal kebersihan.

“Sehingga memang masyarakat diajarkan secara nyata dan masyarakat juga aktif mendukung ketika program pemerintah itu baik. Kemudian, oknum yang sengaja membuang sampah di sini untuk segera ditangkap oleh pihak berwajib,” ujarnya.

Diketahui, aksi kemah tersebut sudah dilakukan selama 3 hari. Ihsan mengungkapkan, selama menginap di lokasi pihaknya sehari-hari memungut sampah ditepian bekas galian C tersebut.

“Selama di sini kita ngambilin sampah, tapi yang di pinggir-pinggir saja karena keterbatasan alat,” ungkapnya.

Ihsan berharap, Walikota Cilegon Helldy Agustian agar dapat hadir di lokasi dan sepakat dengan tuntutan Aliansi Penyelamat Lingkungan Hidup untuk membangun bersama Kota Cilegon yang lebih baik, bersih dan asri.

Adapun tuntutannya sebagai berikut:

  1. Investigasi terkait persoalan kejahatan lingkungan dengan menangkap oknum penjahat lingkungan yang melakukan kerusakan lingkungan berupa membuang sampah hingga menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.
  2. Melakukan recovery lokasi penimbunan sampah di lokasi tidak berizin dan ilegal hingga clean and clear.
  3. Menutup seluruh tambah eks galian C yang menimbulkan banyak korban meninggal dunia dan yang tidak beroperasi serta mengembalikan seperti semula agar tidak ada lagi kubangan bekas galian yang menimbulkan bencana lingkungan hidup.

Sementara itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian yang mendatangi lokasi tersebut mengatakan, akan berupaya menuntaskan masalah pencemaran lingkungan tersebut. Bahkan, Helldy mengungkapkan akan membawa persoalan itu ke ranah hukum.

“Nanti Lurah sowan dulu ke pemilik tanah dalam rangka memastikan apakah keberatan atau tidak. Kalau pemilik tanah keberatan berarti menjadi dasar laporan ke kepolisian. Saya yakin pihak kepolisian akan segera menangkap pelakunya,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sri Widayati mengaku, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan OPD lainnya yang terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Cilegon.

Namun demikian, Sri belum memastikan kapan penangangan masalah sampah tersebut akan dilakukan.

“Ini kan medannya berat nih, kita gak tahu nih. Kita akan koordinasi dengan mereka-mereka yang punya alat dulu sambil menunggu pihak kelurahan yang katanya mau menemui pemilik tanah dulu,” ujarnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: