Akom: SOKSI Harus Hadir Sebagai Penyelamat Bangsa

BERKARYA.CO.ID, SERDANGBEDAGAI – Pendidikan kebangsaan merupakan hal utama yang harus dilakukan agar bangsa ini selamat dari perepcahan. Demikian dikatakan Ketua Umum Depinas SOKSI, Ade Komarudin saat menyampaikan sambutan pembukaan P2KB SOKSI...
Ketua Umum SOKSI, Ade Komarudin menyampaikan sambutan sebagai Keynot Speaker P2KB SOKSI/beritakarya.co.id
BERKARYA.CO.ID, SERDANGBEDAGAI – Pendidikan kebangsaan merupakan hal utama yang harus dilakukan agar bangsa ini selamat dari perepcahan. Demikian dikatakan Ketua Umum Depinas SOKSI, Ade Komarudin saat menyampaikan sambutan pembukaan P2KB SOKSI Sumatera Utara, Senin (20/2/2017).
Pria yang biasa disapa Akom itu menegaskan, SOKSI Sumatera Utara tak bisa dilepaskan dari keberadaan SOKSI itu sendiri. Menurut Akom, SOKSI Sumatera Utara terlibat langsung dalam pembentukan dan lahirnya SOKSI diawal-awal perjuangannya.

Baca Juga: Or­gan­isasi SOKSI Sumut Bekali Anggota Pen­didikan Poli­tik

Akom juga menegaskan bahwa Organisasi SOKSI adalah organisasi yang secara tegas menolak faham komunisme. “SOKSI adalah organisasi anti-komunis. SOKSI harus hadir sebagai penyelamat bangsa. Kita semua harus mendukung Pancasila yang berketuhanan,” kata Akom.
Mereka yang tidak mengakui atau menganggap remeh sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, lanjutnya, maka bisa dikatakan bahwa mereka adalah atheis, dan atheis adalah musuh SOKSI.
Sikap anti-komunisme, lanjut Akom, harus terus ditumbuhkembangkan di internal SOKSI dan rakyat Indonesia. Sebagai organisasi anti-komunisme maka SOKSI harus berdiri paling depan melawan komunisme.
Ketimpangan yang merupakan cikal-bakal tumbuhkembangnya faham komunisme, lanjut Akom, harus dicegah dan dicari solusinya. SOKSI kata Akom, punya tugas untuk itu.
“Kita harus tawarkan konsep untuk mengikis ketimpangan itu. Dan SOKSI harus hadir,” ujarnya.
Agar faham komunisme tidak kembali muncul di negeri ini, maka patut melakukan komunikasi yang intensif dengan pihak kepolisian dan TNI.
“Kita harus menganalisis dan mengkaji dengan benar beberapapihak, baik individu yang ada di LSM, partai politik, maupun Ormas. Sekarang ini, yang begitu (faham kekirian, red) tumbuh dan berkembang dengan leluasa,” tegasnya.
Karenanya, SOKSI harus hadir dengan menawarkan alternatif pemecahan untuk masalah yang disebut di atas. “Kader SOKSI melalui P2KP harus mencari jawaban atas semua itu. Harus didiskusikan dengan baik, mencari masalah dan memberikan solusi atas masalah yang ada itu,” ujarnya.

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Nasional

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: