Ada Indikasi Pelanggaran Ledakan di PT Dover, Ini Sanksi Yang Menunggu

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten nyatakan ada indikasi pelanggaran yang dilakukan manajemen PT Dover Chemical....

Pelanggaran itu, terkait kejadian ledakan yang terjadi pada 22 Desember 2020 lalu, dimana ledakan berasal dari salah satu area resin plan pabrik kimia yang berlokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Cilegon.

Penyidik Tenaga Kerja Disnakertrans Banten, Rachmatullah mengatakan pihaknya menemukan indikasi adanya dugaan pelanggaran Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 37 tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bejana Tekan dan Tangki Timbun pada kejadian tersebut.

“Indikasi ada pelanggaran. Karena disini ada prasyarat yang ditetapkan oleh Kemenaker itu berkaitan dengan syarat K3, baik peralatan dan petugasnya untuk bejana tekanan dan tangki timbun ini,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/1/2021).

Rachmatullah mengungkapkan, ada syarat yang diwajibkan oleh Undang-undang (UU) namun tidak dipenuhi oleh pihak manajemen PT Dover.

“Manajemen telah melakukan pelanggaran Undang-undang Ketenagakerjaan, yaitu mengoperasikan peralatan pada resin plan, serta mempekerjakan pekerja pada tempat yang berbahaya dengan mengabaikan syarat-syarat keselamatan kerja,” ungkapnya.

Dengan adanya indikasi pelanggaran itu, kata Rachmatullah, pihak Disnakertrans Banten telah memanggil dan memeriksa Formen Senior, HSE/Safety, Ahli Kimia, Brand Manajer, serta Manajer Laboratorium PT Dover.

“Masih akan terus berkembang, sekitar 9 orang. Sanksinya pasal 15 ayat 2 Undang-undang Nomor 1 tahun 1970, kurungan selama-lamanya 3 bulan atau denda setinggi-tingginya 100 ribu rupiah,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
CilegonIndustri

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: