Wiranto Tegaskan 10 Juta TKA Ilegal Hoax

BERKARYA.CO.ID – Informasi mengenai tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal China dengan jumlah jutaan adalah tidak benar. Kepastian itu sebagaimana ditegaskan Menteri Koodinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto...
Wiranto/Net

BERKARYA.CO.ID – Informasi mengenai tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal China dengan jumlah jutaan adalah tidak benar. Kepastian itu sebagaimana ditegaskan Menteri Koodinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto usai menggelar rapat koordinasi dengan jajaran menteri dan lembaga di bawahnya di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (6/1).

“Harus kita bedakan antara isu atau hoax dengan realitas. Ternyata setelah kita kumpulkan para menteri dan lembaga terkait, kita pastikan bahwa ketakutan kita akan adanya upaya sistematis dan terencana mengenai datangnya TKA dari China secara terstruktur itu tidak benar,” pungkas Wiranto.

Dalam kesempatan ini, Wiranto mengklaim bahwa TKA ilegal yang datang ke Indonesia dengan menggunakan visa turis telah monitoring dan diamankan oleh penegak hukum.

“Kemudian dari sisi langkah upaya kita untuk terus memonitor mereka-mereka yang nyata-nyata menggunakan dalih turis kemudian kerja dan sudah ditangkap dan sebagainya,” sambungnya.

Mantan ketua umum Partai Hanura ini juga memastikan bahwa jumlah TKA ilegal tidak sebanyak yang dikabarkan di media sosial, yaitu sebanyak 10 juta. “Itu memang menunjukkan bahwa jumlahnya belum seperti yang dibincangkan ya sampai puluhan juta dan sebagainya,” tegas Wiranto.

Presiden Jokowi sebelumnya sudah membantah isu membludaknya tenaga kerja asing ilegal terutama dari China. Isu yang beredar di media sosial mengatakan ada sekitar 10 hingga 20 juta tenaga kerja asing dari China yang sudah masuk ke Indonesia.

Presiden Jokowi membantah isu membludaknya tenaga kerja asing ilegal terutama dari China. Hal ini disampaikannya ketika meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6, serta PLTP Ulubelu Unit 3 Lampung, yang acaranya digelar di Tampaso, Minahasa, Selasa (27/12).

“Saya ingin ingatkan sekali lagi. Jangan ada yang percaya dan sebar fitnah soal tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman, termasuk soal kebanjiran tenaga kerja. Perlu saya sampaikan itu tidak benar,” tegas Jokowi.

“Kita lihat di Lahendong, tenaga kerja asing itu hanya datang sebentar di awal-awal, tinggal sebentar, bantu kita siap-siap, transfer pengetahuan, transfer teknologi ke orang-orang kita,” tambahnya.

Jokowi mencontohkan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6, serta PLTP Ulubelu Lampung Unit 3 yang masih menggunakan sejumlah tenaga asing ketika proyek baru akan dioperasikan. Mereka difungsikan untuk membantu persiapan, pengaturan awal dan alih teknologi pada tenaga kerja Indonesia.

“Setelah itu mereka pulang karena mereka juga lebih senang bekerja di negara sendiri. Dipikir kerja disini mereka senang? Mereka senang di negara mereka sendiri, dekat dengan keluarga. Gaji disana juga lebih tinggi,” imbuh Jokowi.

Isu yang beredar di media sosial mengatakan ada sekitar 10 hingga 20 juta tenaga kerja asing dari China yang sudah masuk ke Indonesia.

“Informasi yang saya terima jumlahnya 21.000 orang. Itu pun keluar dan masuk karena banyak hal-hal yang kita belum siap. Tapi kalau kita sudah siap, kita tentunya akan pakai tenaga kerja sendiri,” tambah Jokowi.

Sumber : rmol.co

Categories
IndexNasional

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: